BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong agar hasil Joint Study (JS) yang dilakukan oleh Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) bersama Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (JAPEX) di wilayah North Sumatra Basin (NSB) dapat melangkah ke tahap eksplorasi. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di Aceh.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Courtesy Meeting antara JOGMEC, JAPEX, dan BPMA yang berlangsung di Kantor BPMA, Banda Aceh, Jumat (28/8/2026). Pertemuan ini membahas perkembangan studi bersama di NSB yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan, sekaligus menjajaki tindak lanjut kerja sama di sektor hulu migas.
Kepala BPMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa Joint Study ini tidak sekadar kajian teknis semata, melainkan pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih kuat.
“BPMA melihat Joint Study ini bukan sekadar kajian teknis. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang konkret bagi pengembangan eksplorasi serta investasi di Aceh,” ujar Mawardi.
Mawardi menambahkan bahwa proses ini perlu didorong secara bertahap—mulai dari evaluasi, kegiatan eksplorasi, hingga investasi dan pengembangan. BPMA berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan, dan memberikan kepastian hukum, serta siap memfasilitasi dan mengoordinasikan para pemangku kepentingan jika menghadapi kendala.
Cakupan dan Potensi Wilayah NSB
Joint Study NSB merupakan kerja sama antara JOGMEC, JAPEX, dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Kajian ini mencakup survei, analisis, serta evaluasi data geologi dan geofisika di wilayah darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore) North Sumatra Basin guna menilai potensi sumber daya migas yang belum teridentifikasi.
Deputi Perencanaan BPMA, Muhammad Makmun: Mengungkapkan bahwa analisis data geologi dan geofisika ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif terkait potensi hidrokarbon untuk mendukung peningkatan produksi migas di masa mendatang.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan: Menekankan kesiapan infrastruktur penunjang, seperti jaringan pipa Arun-Belawan serta rencana pasokan gas dari wilayah Andaman yang menjadi faktor penting dalam komersialisasi gas di Aceh dan Sumatra bagian utara.
Komitmen JAPEX dan JOGMEC
Perwakilan JAPEX, Deputy of Chief Representative Indonesia Naohiro Yoshino, menjelaskan bahwa NSB merupakan wilayah historis migas yang masih menyimpan potensi besar, terbukti dari penemuan lapangan gas skala besar beberapa tahun terakhir. Kerja sama ini juga sejalan dengan JAPEX Management Plan 2026-2035 yang menempatkan Asia Tenggara sebagai wilayah inti pertumbuhan bisnis mereka.
Director of Overseas Exploration JOGMEC, Mashashi Muramoto, mengapresiasi ruang diskusi yang dibuka oleh BPMA. Pihaknya bersama JAPEX dan UNPAD akan terus mengevaluasi hasil studi untuk memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang.
Daftar Peserta Pertemuan:
BPMA: Mawardi Nur (Kepala), Nizar Saputra (Wakil Kepala), Muhammad Makmun (Deputi Perencanaan), Edy Kurniawan (Deputi Dukungan Bisnis), Kepala Divisi DFHE, serta Tim Divisi Perencanaan Eksplorasi dan Eksploitasi.
JOGMEC: Mashashi Muramoto (Director of Overseas Exploration) beserta rombongan.
JAPEX: Naohiro Yoshino (Deputy of Chief Representative Indonesia) beserta rombongan.
Melalui kemitraan ini, BPMA berharap tidak hanya terbuka ruang eksplorasi baru dan investasi konkret di Aceh, tetapi juga terjadi transfer teknologi, pembagian pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan dukungan bisnis di masa depan.
Editor: Dahlan













