Banda Aceh — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh tengah mengoptimalkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pembangunan 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa setelah fokus pada pembangunan 13 unit PLTS tersebut, PLN akan melanjutkan pengembangannya ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin). Pembangunan belasan PLTS ini diproyeksikan mampu menghasilkan total daya sebesar 59 MWp untuk memperkuat keandalan energi di Tanah Rencong.
Menurut Eddi, potensi EBT di Aceh sangat besar dan pemanfaatannya akan terus dilakukan secara bertahap guna mendukung percepatan transisi energi. Pihaknya berkomitmen penuh menghadirkan sumber energi bersih bagi provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa tersebut.
Saat ini, total daya kelistrikan yang dimiliki Aceh mencapai 1.049 MW dengan beban puncak sebesar 638 MW. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh memiliki cadangan daya (reserve margin) yang aman sebesar 411 MW, sehingga sangat siap untuk mendukung iklim investasi di daerah tersebut.
Editor: Dahlan











