Home / Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WIB

Demi Jaga Rupiah dan Tarik Modal Asing, Bank Indonesia Terpaksa Naikkan Suku Bunga

REDAKSI

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan keterangan terkait penyesuaian BI-Rate guna menghadapi ketatnya persaingan pasar keuangan global dan menjaga stabilitas rupiah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan keterangan terkait penyesuaian BI-Rate guna menghadapi ketatnya persaingan pasar keuangan global dan menjaga stabilitas rupiah.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas di tengah ketatnya persaingan suku bunga global. Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG), bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen.

​Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase pengetatan moneter yang telah dimulai sejak Mei 2026, di mana sebelumnya BI juga telah menaikkan suku bunga sebesar 50 bps. Sebagai catatan, sebelum periode pengetatan ini, BI sempat mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen sejak September 2025 setelah melakukan pelonggaran sepanjang tahun lalu.

​Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, blak-blakan mengakui bahwa keputusan ini bukanlah pilihan yang diinginkan oleh bank sentral. Namun, situasi pasar global memaksa Indonesia untuk menyesuaikan diri.

Baca Juga :  Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

​”Penyesuaian dilakukan mengikuti mekanisme pasar global dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Perry Warjiyo dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta.

​Strategi BI Menghadapi Tekanan Global

​Untuk memperkuat posisi rupiah dan memastikan pasar domestik tetap kompetitif bagi investor internasional, Bank Indonesia menerapkan sejumlah strategi terintegrasi:

​Intervensi Pasar Valas: BI melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

​Menjaga Cadangan Devisa: Memastikan cadangan devisa tetap di level memadai demi menangkal gejolak pasar dan menjaga kepercayaan investor.

​Penguatan Instrumen Berbasis Rupiah: Meningkatkan struktur imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca Juga :  GPIPS Diluncurkan, BI Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

​Koordinasi Fiskal-Moneter: Bekerja sama dengan pemerintah agar aliran modal asing tidak hanya masuk ke SRBI, melainkan juga mengalir ke pasar saham dan obligasi negara (SBN), guna memastikan likuiditas sektor keuangan tetap memadai.

​Pembatasan Transaksi Dolar dan Pengawasan Diperketat

​Selain fokus pada instrumen suku bunga, BI juga melakukan penyesuaian kebijakan di sektor valuta asing yang mulai berlaku pada Juni 2026:

​Penurunan Batas Transaksi Tanpa Dokumen: Batas transaksi pembelian dolar AS terhadap rupiah tanpa dokumen pendukung diturunkan menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan.

​Perluasan Skema LCT: Memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan dan investasi internasional guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Baca Juga :  Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

​Pengawasan Ketat: BI memperketat pengawasan terhadap pembelian valas dalam jumlah besar melalui koordinasi erat dengan otoritas sektor jasa keuangan.

​Fokus Mendatang

​Saat ini, pelaku pasar dan dunia usaha tengah bersiap menantikan hasil RDG Bulanan yang dijadwalkan pada pertengahan Juni 2026. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia selanjutnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

​Bagi para investor, kebijakan terbaru ini menjadi sinyalemen kuat bahwa stabilitas nilai tukar rupiah dan arus modal masuk tetap menjadi prioritas utama bank sentral dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DPRK Dukung Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan terkait Optimalisasi PAD

Ekonomi

BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

Ekonomi

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Ekonomi

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Ekonomi

Ketua PKK Aceh Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Gampong Crueng, Pidie

Ekonomi

Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan

Ekonomi

Genjot Produksi Pertanian, Wagub Aceh Serahkan Alsintan untuk 3 Kabupaten 

Ekonomi

Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Pastikan Stok Aman