Home / Politik

Minggu, 13 September 2026 - 12:11 WIB

MPR: Guru garda terdepan bangsa membumikan nilai-nilai Pancasila

REDAKSI

Anggota MPR RI Iyeth Bustami menyebut guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai Pancasila dan membentengi generasi muda dari dampak negatif media sosial.

Anggota MPR RI Iyeth Bustami menyebut guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai Pancasila dan membentengi generasi muda dari dampak negatif media sosial.

Jakarta – Anggota MPR RI Iyeth Bustami menyatakan bahwa guru memegang peran sebagai garda terdepan pendidikan bangsa dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, sekaligus berfungsi membentengi moral generasi muda dari derasnya arus disrupsi digital serta dampak negatifnya.

“Bapak dan ibu guru adalah pihak yang paling tepat hadir di sini, karena bapak dan ibulah penyambung lidah yang berhadapan langsung dengan generasi penerus kita setiap hari. Mari bersama-sama kita jaga masa depan generasi muda dan rawat keutuhan bangsa dengan nilai-nilai Empat Pilar,” ujar Iyeth dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pesan mengenai pentingnya nilai-nilai Empat Pilar sebagai benteng moral generasi muda tersebut disampaikan oleh legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I itu dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI yang berkolaborasi dengan Komunitas Biru Nusantara (Kobinus) di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (12/9).

Baca Juga :  Komisi I DPRA Aceh Terima Aksi Damai Non-ASN, Ceulangiek: Hak Mereka Harus Diperjuangkan

Dalam kesempatan tersebut, Iyeth menekankan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI—yang mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar hafalan semata, melainkan kompas etika dalam kehidupan bermasyarakat yang kini menghadapi tantangan berat akibat dampak negatif media sosial.

“Negara kita semakin maju dan teknologi kian canggih, namun yang paling saya khawatirkan adalah dampak buruk media sosial terhadap anak-anak kita yang secara mental masih labil,” ungkapnya.

Di hadapan sekitar 300 peserta yang didominasi oleh kaum perempuan dan tenaga pendidik dari berbagai latar belakang suku serta daerah, ia turut membagikan pengalaman pribadinya yang kerap menjadi sasaran ujaran kebencian di dunia maya akibat tuntutan profesi di televisi.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan fenomena pudarnya batas kesantunan di ruang digital, di mana sebagian orang merasa bebas menghujat tanpa memikirkan empati maupun etika bertatap muka secara langsung.

“Begitu mudahnya sumpah serapah terlontar di media sosial. Saya titip kepada bapak dan ibu guru, tolong ingatkan anak didik kita bahwa saat hendak mengetik komentar di media sosial, bayangkan orang itu berada langsung di depan muka kita,” tegas Iyeth.

“Apakah kita berani bicara sekasar itu? Di depan orang kita selalu menjaga tata krama, tetapi di gawai banyak yang merasa kebal,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua PSI Aceh Temui Kapolda, Bahas Ekonomi Rakyat hingga Kolaborasi Bangun Aceh

Selain itu, Iyeth juga menyoroti fenomena Strawberry Generation serta pergeseran budaya di kalangan remaja saat ini. Pergeseran tersebut mulai dari bahasa pergaulan yang kerap menormalisasi makian dengan bahasa tidak pantas, perubahan gaya berpakaian yang menabrak norma ketimuran, hingga menurunnya ketahanan mental generasi muda.

“Gawai memang ada manfaatnya untuk ilmu pengetahuan, tetapi mudaratnya juga luar biasa jika diserap tanpa saringan. Di sinilah peran vital bapak dan ibu guru serta orang tua untuk membimbing dan membentengi mereka dengan nilai-nilai agama serta budi pekerti luhur,” imbuhnya.

Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh anggota Badan Sosialisasi MPR RI lainnya, yaitu Junaidi Auly dan Nurwayah.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

DPW PAN Aceh Santuni 1.834 Anak Yatim Semarakkan HUT ke-28

Politik

Mantan Jubir Partai Aceh Raih Doktor Ilmu Politik, Perjalanan Akademik Linear Sejak Sarjana

Politik

Eks Kombatan GAM Geumpang Ramai-Ramai Merapat ke PSI

Politik

Lambatnya Pemulihan Pascabencana di Aceh Picu Kekecewaan Warga dan Aktivis

Politik

Pengamat sebut Kemesraan Koalisi Meredup Usai Bagi-Bagi Kekuasaan, Wajar Gibran Kurang Dibela

Politik

Pemkab Pidie Buka Seleksi Terbuka Empat Jabatan Eselon II, Dinas Dikbud Diisi Lewat Uji Kompetensi

Politik

Ketua DPA Laskar Panglima Nanggroe Ajak Rakyat Aceh Jaga Mualem dari Upaya Pembunuhan Karakter

Politik

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Resmi Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka