LHOKSEUMAWE— Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana banjir akhir November 2025 di Lhokseumawe disiapkan dengan anggaran sebesar Rp15.220.489.000. Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Furqan, menyampaikan bahwa pengerjaan proyek tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I.
Saat ini, tahapan pembangunan telah memasuki persiapan kontrak yang dijadwalkan pada 18 September 2026. Sebanyak 66 unit rumah akan dibangun di dua lokasi, yaitu 56 unit di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, serta 10 unit di Desa Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Lahan yang digunakan merupakan aset Pemerintah Daerah Kota Lhokseumawe dan sudah berstatus clean and clear untuk kebutuhan relokasi.
Pengerjaan proyek Huntap ini dilakukan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026. Rumah yang dibangun menerapkan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36. Selain bangunan hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, sambungan air bersih, dan balai warga untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan









