Home / Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 16:44 WIB

Pembangunan 66 Unit Huntap Penyintas Banjir Lhokseumawe Dikerjakan dengan Anggaran Rp 15,2 Miliar

REDAKSI

Pembangunan 66 unit hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir akhir November 2025 di Lhokseumawe disiapkan anggaran Rp15.220.489.000. Kabid Perumahan dan Permukiman PUPR Lhokseumawe Furqan menyebut proyek di bawah BP3KP Sumatera I memasuki persiapan kontrak 18 September 2026.

Pembangunan 66 unit hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir akhir November 2025 di Lhokseumawe disiapkan anggaran Rp15.220.489.000. Kabid Perumahan dan Permukiman PUPR Lhokseumawe Furqan menyebut proyek di bawah BP3KP Sumatera I memasuki persiapan kontrak 18 September 2026.

LHOKSEUMAWE— Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana banjir akhir November 2025 di Lhokseumawe disiapkan dengan anggaran sebesar Rp15.220.489.000. Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Furqan, menyampaikan bahwa pengerjaan proyek tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Komisi III DPR RI, Bahas Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP

Saat ini, tahapan pembangunan telah memasuki persiapan kontrak yang dijadwalkan pada 18 September 2026. Sebanyak 66 unit rumah akan dibangun di dua lokasi, yaitu 56 unit di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, serta 10 unit di Desa Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Lahan yang digunakan merupakan aset Pemerintah Daerah Kota Lhokseumawe dan sudah berstatus clean and clear untuk kebutuhan relokasi.

Baca Juga :  Siswa SMKN 1 Bireuen Unjuk Karya Nyata Lewat Pelatihan MTU, dari Pot Bunga Beton Hingga Lemari Siap Pakai

Pengerjaan proyek Huntap ini dilakukan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026. Rumah yang dibangun menerapkan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36. Selain bangunan hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, sambungan air bersih, dan balai warga untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga :  Wakapolri Beri Dukungan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh Utara

Penulis : Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Mualem Gelar Rapat Penanganan Banjir di Aceh Utara

Daerah

Wali Nanggroe: Kunci Kemajuan Aceh ada di Tata Ruang dan Lingkungan

Daerah

Banjir Rendam Gampong Julok Rayeuk Utara, 300 KK Terdampak

Daerah

50 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Berita

Bupati Aceh Besar Apresiasi Presiden Prabowo: Aspirasi Warga Aceh Didengar, Polemik Empat Pulau Berakhir

Daerah

RUPSLB Tetapkan Fadhil Ilyas Sebagai Dirut Bank Aceh Syariah

Daerah

KIN Da Aceh dan KIKAV 11/WSC Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Bener Meriah.

Aceh

Jembatan Krueng Meureudu Kembali Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Normal Bertahap