Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai serta senantiasa menghormati bangsa dan negara lain. Kendati demikian, Indonesia tidak ingin diganggu oleh pihak siapapun.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan HUT Ke-81 TNI yang berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, Oktober 2026.
Prinsip Pertahanan dan Kesejahteraan Rakyat
Menurut Prabowo, sikap cinta damai dan menghormati sesama bangsa merupakan prinsip dasar yang terus dipegang teguh oleh para pemimpin Indonesia sejak awal kemerdekaan. Indonesia sama sekali tidak memiliki niat untuk mengganggu negara lain.
Namun, Kepala Negara dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan mutlak untuk melindungi rakyat, wilayah kedaulatan, serta kekayaan alamnya.
Pemanfaatan Kekayaan Alam: Upaya menjaga kepentingan nasional ini ditujukan agar kekayaan Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan kelaparan.
Tujuan Pembangunan TNI: Presiden menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI diarahkan murni sebagai alat pertahanan untuk membela diri dan melindungi rakyat Indonesia.
Semangat Rela Berkorban sebagai Kekuatan Utama
Dalam amanatnya pada peringatan yang digelar Senin, 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa kekuatan utama TNI tidak hanya diukur dari kecanggihan senjata, kelengkapan alutsista, maupun besaran anggaran pertahanan. Lebih dari itu, semangat juang dan jiwa rela berkorban merupakan fondasi paling vital bagi ketangguhan tentara serta suatu bangsa.
“Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,” ujar Presiden.
Rangkaian Upacara HUT Ke-81 TNI
Upacara peringatan HUT Ke-81 TNI yang dilaksanakan pada Senin ini melibatkan sebanyak 3.378 prajurit yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta pasukan Komponen Cadangan dan KKRI/Pramuka. Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo turut meresmikan 204 satuan baru TNI, yang mencakup pembentukan enam komando daerah militer (kodam) baru.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









