Home / Ekbis

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Harga Bahan Pokok Tinggi dan Pasar Sepi, Pedagang di Pasar Keutapang Mengeluh Penjualan Merosot

REDAKSI

Harga bahan pokok Pasar Keutapang Aceh Besar masih tinggi beberapa bulan terakhir pembeli sepi omzet turun.

Harga bahan pokok Pasar Keutapang Aceh Besar masih tinggi beberapa bulan terakhir pembeli sepi omzet turun.

BANDA ACEH — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Keutapang, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan masih bertahan tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Selain dibebani lonjakan harga komoditas, para pedagang kini mengeluhkan sepinya pembeli yang memicu penurunan omzet penjualan harian.

Lala, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Keutapang, mengungkapkan bahwa meski harga cabai merah sempat turun dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, nominal tersebut masih tergolong mahal bagi para konsumen.

Baca Juga :  Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Kondisi pasar yang lengang membuat barang dagangannya makin sulit dipasarkan. Lala mengaku penjualan cabainya merosot tajam dibanding biasanya.

“Sepi, tidak ada orang. Biasanya satu karung sehari,” ujar Lala pada Senin (19/10/2026).

Rincian Pergerakan Harga Komoditas

Selain cabai merah, sejumlah harga barang kebutuhan pokok lainnya tercatat mengalami fluktuasi maupun kenaikan:

  • Cabai Rawit: Naik dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kg.
  • Bawang Putih: Naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kg.
  • Bawang Kemasan: Naik dari Rp22.000 menjadi Rp25.000.
  • Tomat Medan: Naik tipis dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kg.
  • Cabai Hijau: Bertahan di angka Rp45.000 per kg selama sebulan terakhir.
  • Bawang Merah: Dijual seharga Rp25.000 per kg.
Baca Juga :  Bank Indonesia Aceh dan PT Solusi Bangun Andalas Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK)

Penurunan Daya Beli Berlangsung Berturut-turut

Menurut Lala, tren pasar yang sepi pembeli ini sudah berlangsung kurang lebih selama tiga bulan terakhir. Walaupun sehari sebelumnya kunjungan pembeli sempat terlihat agak ramai, kondisi transaksi di pasar belum menunjukkan kestabilan yang pasti.

Baca Juga :  Kemenekraf Kawal Revisi UU Hak Cipta untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Situasi ini kian menyulitkan para pedagang di tengah melambungnya harga komoditas utama. Melemahkannya daya beli masyarakat yang tecermin dari sepinya transaksi membuat pedagang kesulitan untuk mempertahankan volume penjualan harian seperti sediakala.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Wali Kota Sabang: Pelabuhan Tidak Padat dan Lokasi Strategis Jadi Modal Tarik Investasi Maritim

Ekbis

Menteri ESDM Setujui Kerja Sama Produksi 40 Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara

Ekbis

SINERGI BANK INDONESIA ACEH, PEMERINTAH ACEH, DAN KDEKS SUKSESKAN ROAD TO FESYAR 2026

Ekbis

Penyaluran Dana Desa Reguler di Aceh Capai Rp 1,61 Triliun Menjelang Pertengahan September 2026

Berita

Bank Aceh Salurkan Program KUR Tahun 2025 Sebesar Rp 1,5 Triliun

Ekbis

Bank Aceh Hadirkan Gampong Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

Ekbis

Potensi Investasi Pertambangan di Aceh: Guru Besar USK Tekankan Pentingnya Good Corporate Governance dan Nilai Tambah

Ekbis

Bank Aceh Tutup Sementara Saat Lebaran, Layanan Kembali 25 Maret 2026