Home / Peristiwa

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

Banjir Meluap di Aceh Selatan: 674 Jiwa Terdampak di Trumon Tengah, Warga Mulai Mengungsi

REDAKSI

Banjir melanda dua gampong (Lhok Raya dan Cot Bayu) di Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan, akibat luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya pada Minggu, 1 November 2026.

Banjir melanda dua gampong (Lhok Raya dan Cot Bayu) di Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan, akibat luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya pada Minggu, 1 November 2026.

ACEH SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan merilis data terbaru mengenai dampak bencana banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Trumon Tengah.

Berdasarkan pencataan resmi BPBD, sebanyak 674 jiwa dilaporkan terdampak akibat meluapnya dua sungai utama di wilayah tersebut, yaitu Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya, pada Minggu, 1 November 2026.

Intensitas luapan air sungai yang meningkat pesat menggenangi permukiman warga serta fasilitas umum di dua gampong (desa) di Kecamatan Trumon Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan rincian jumlah warga yang terdampak banjir dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu (1/11/2026).

Baca Juga :  Warga Kajhu Temukan Bom Jenis Proyektil, Polisi Pasang Police Line

Gampong Lhok Raya: Menjadi wilayah paling parah terdampak dengan total 560 jiwa dari 159 keluarga yang merasakan dampak langsung luapan air.

Gampong Cot Bayu: Tercatat sebanyak 114 jiwa dari 38 keluarga yang turut terdampak oleh genangan banjir di kawasan ini.

“Hingga saat ini kami mencatat sebanyak 674 jiwa terdampak banjir yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan,” ujar Mudatsir.

Kondisi Pengungsian dan Evakuasi Warga

Seiring tingginya luapan air, sebagian masyarakat terpaksa mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Salah satu titik pengungsian utama difokuskan di Mako Kompi 3 Yon C Pelopor Brimob Polda Aceh.

Baca Juga :  Angin Kencang Landa Aceh Besar,Pohon Tumbang di Tiga Lokasi

Terjadi peningkatan jumlah pengungsi di posko Mako Kompi secara bertahap:

Data Awal: Sebanyak 112 jiwa dari 30 keluarga terdata sempat mengungsi di fasilitas tersebut.

Data Terbaru: Jumlah pengungsi asal Gampong Lhok Raya yang dievakuasi ke Mako Kompi meningkat menjadi 124 jiwa dari 37 keluarga.

Sementara itu, untuk warga terdampak dari Gampong Cot Bayu, sebanyak 37 jiwa dari 6 keluarga memilih mengungsi ke tempat alternatif seperti rumah kerabat, lembaga pendidikan, maupun lokasi aman lainnya di sekitar wilayah tersebut.

Ketinggian Air dan Langkah Penanganan BPBD

Baca Juga :  Pria 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Kontrakan Cilincing, Polisi: Diduga Karena Sakit

Banjir yang merendam kawasan pemukiman di dua gampong tersebut berada pada tingkat kedalaman yang bervariasi:

Permukiman Warga: Ketinggian genangan air berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter.

Badan Jalan Utama: Ketinggian air memuncak hingga mencapai 70 hingga 130 sentimeter, yang berpotensi melumpuhkan akses transportasi lokal.

Pihak BPBD Kabupaten Aceh Selatan memastikan bahwa penanganan emergency dan pemantauan kondisi di lapangan masih terus berjalan.

“Kami terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir guna memastikan penanganan selanjutnya terhadap masyarakat terdampak,” tutur Mudatsir menegaskan komitmen penanggulangan bencana di lokasi kejadian.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pasang Baliho, Seorang Pria Meninggal Dunia Tersengat Listrik di Lueng Bata

Daerah

Dua Pekerja Asal Sumut Tersengat Listrik Saat Bangun Kubah Masjid di Aceh Timur

Peristiwa

Kecelakaan Lalu Lintas di Aceh Barat: 18 Orang Meninggal, 56 Luka-luka

Daerah

Jalur Penghubung Aceh Tengah-Pidie Putus Total Akibat Longsor di Gunong Pijut

Peristiwa

Warga Bambel Desak BWS Sumatra I Atasi Banjir Tahunan Aceh Tenggara: “Jangan Tunggu Ada Korban”

Peristiwa

Angin Kencang Porak- Porandakan Rumah Warga Lhoong

Peristiwa

Dua Rumah Warga di Aceh Tenggara Ludes Terbakar

Peristiwa

Bangkai Gajah Sumatra Ditemukan di Kampung Kaloy Aceh Tamiang, Penyebab Masih Diselidiki