Home / Politik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:40 WIB

APD Abdya Dukung Penambahan Dapil Jadi Empat, Syaratkan Kajian Objektif dan Tanpa Kepentingan Politik

REDAKSI

APD Abdya mendukung usulan penambahan Daerah Pemilihan dari 3 menjadi 4 pada Pileg mendatang.

APD Abdya mendukung usulan penambahan Daerah Pemilihan dari 3 menjadi 4 pada Pileg mendatang.

BLANGPIDIE – Usulan penambahan Daerah Pemilihan (Dapil) dari tiga menjadi empat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapat dukungan dari Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD) Abdya. Meski begitu, APD menegaskan agar penataan dapil tidak ditunggangi kepentingan politik sepihak.

Koordinator Daerah APD Abdya, Rismanidar, menekankan bahwa perubahan jumlah maupun batas wilayah dapil wajib mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Yang terpenting, penambahan dapil harus didasarkan pada kajian yang objektif, kondisi sosial dan kewilayahan, serta melalui uji publik, bukan karena kepentingan politik sepihak,” tegas Rismanidar di Blangpidie, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa

Mantan Komisioner Bawaslu Abdya periode 2018–2023 tersebut menilai pemekaran dapil berpotensi meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat di parlemen. Pembagian wilayah yang lebih spesifik akan mempersempit cakupan kerja anggota DPRK, sehingga penyerapan aspirasi dan pengawasan dapat berlangsung lebih optimal dan dekat dengan konstituen.

“Secara politik, penambahan dapil sangat positif karena dapat mempersempit cakupan wilayah kerja anggota dewan. Dengan begitu, penyerapan aspirasi masyarakat bisa lebih optimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Denny Charter Soroti Normalisasi KKN dan Dugaan “Cuci APBN” Lewat Program MBG

Walau mendukung, mantan Ketua Nasyiatul Aisyiyah Abdya ini mengingatkan agar penataan tetap memegang teguh prinsip-prinsip utama penataan dapil: kesetaraan nilai suara, proporsionalitas, keutuhan wilayah, kohesivitas sosial, kesinambungan dapil, dan integritas data kependudukan.

Saat ini, Kabupaten Aceh Barat Daya terbagi dalam tiga dapil untuk memperebutkan 25 kursi DPRK:

Dapil 1: Kecamatan Blangpidie, Susoh, dan Jeumpa (10 kursi).

Dapil 2: Kecamatan Tangan-Tangan, Setia, Manggeng, dan Lembah Sabil (8 kursi).

Baca Juga :  Wakil Gubernur Aceh bersama Wali Nanggroe Aceh dan Akademisi Bertemu SBY Bahas 20 Tahun Perdamaian Aceh dan Revisi UUPA

Dapil 3: Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot (7 kursi).

Jika skema empat dapil direalisasikan, opsi penataan ulang pengelompokan kecamatan berdasarkan kondisi sosiologis dan kewilayahan terbuka lebar. Rismanidar memberi gambaran awal, seperti opsi penggabungan Kecamatan Blangpidie dengan Jeumpa, serta penyatuan Kecamatan Susoh dengan Setia.

Namun, ia menegaskan skema tersebut masih sebatas wacana awal yang membutuhkan pengujian lebih mendalam.

“Penambahan dapil harus benar-benar mempertimbangkan kondisi sosial dan kewilayahan. Semua kemungkinan itu harus diuji secara ilmiah dan terbuka kepada publik,” pungkasnya.***

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

Wali Nanggroe Turun ke Subulussalam: Bedah Otsus, DBH, dan Janji MoU Helsinki

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Minta Presiden Tidak Tunda Pelantikan Kepala Daerah Definitif

Politik

Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Validasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir

Politik

Duo Arjuna Mencari PSI

Politik

Lebaran di Depan Mata, Belanja Pemerintah Masih Wacana
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Berita

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Politik

Denny Charter Soroti Normalisasi KKN dan Dugaan “Cuci APBN” Lewat Program MBG

Politik

Eks Kombatan GAM Tripoli Libya Pimpin PSI Pidie