JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan (reshuffle) kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam perombakan tersebut, posisi Sugiono digeser dari jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dan kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratikno.
Kursi Menteri Luar Negeri yang ditinggalkan Sugiono kini diberikan kepada Arrmanatha Nasir, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024.
Penetapan ini diperkuat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029, yang ditetapkan pada 30 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Menko PMK Sugiono bersama menteri dan wamen lain saat dituntun oleh Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan, seperti dilansir Antara.
Daftar Pejabat Baru yang Dilantik
Selain Menko PMK dan Menlu, Presiden RI juga melantik sejumlah pejabat tinggi negara lainnya:
- Kapolri: Suyudi Ario Seto
- Menko Hilirisasi dan Energi: Bahlil Lahadalia
- Kepala Staf Kepresidenan: Listyo Sigit Prabowo
- Menko Bidang Politik dan Keamanan: Dudung Abdurachman
- Menteri Luar Negeri: Arrmanatha Nasir
- Menteri Perindustrian: Sarmuji
- Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional: Dedy Prasetyo
- Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara: Komjen Pol. Fadhil Imran
- Wamenko bidang Perekonomian: Dradjad Hari Wibowo
- Wakil Menteri Keuangan: Nurkolisoh Ibnu Aman & Luky Afirman
- Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan: Irwan Meilano
Rekam Jejak Diplomasi Sugiono di PBB
Sebelum bergeser posisi, Sugiono sempat mewakili Indonesia menggantikan Presiden Prabowo dalam Sidang Umum ke-81 Majelis PBB di New York yang berlangsung pada 24–25 September 2026. Dalam pidatonya, ia menegaskan sikap tegas Indonesia yang terus mendukung rakyat Palestina hingga merdeka.
Ujian Kemanusiaan: Sugiono menyoroti kondisi di Gaza dan Tepi Barat yang menjadi ujian bagi hati nurani dunia serta sistem multilateral.
Kecaman Pelanggaran Hukum: Menurutnya, pelanggaran hukum internasional yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan dunia pada situasi sebelum tahun 1945, sebelum Piagam PBB, Deklarasi Universal HAM, serta Konvensi Jenewa 1949 terbentuk.
Aksi Walk Out: Bersama delegasi Indonesia dan 69 negara lainnya, Sugiono turut serta walk out dari sidang Majelis Umum PBB sebagai bentuk protes keras dan penolakan terhadap kebijakan serta agresi Israel ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato.
Profil Singkat Sugiono: Dari Prajurit TNI hingga Pucuk Pimpinan Politik
Mengutip laman resmi Partai Gerindra dan catatan Wikipedia, berikut adalah latar belakang perjalanan hidup Sugiono:
Kelahiran: Takengon, Aceh, 11 Februari 1979.
Latar Belakang Militer: Pernah berdinas di TNI Angkatan Darat (2002–2004) dengan pangkat Letnan Satu di satuan Infanteri Kopassus sebelum akhirnya aktif di dunia politik melalui Partai Gerindra.
Pendidikan:
- SMA Taruna Nusantara
- Bachelor of Science bidang Computer Science dari Norwich University, Amerika Serikat.
- Gelar Master bidang bisnis dan manajemen dari University of Konstanz, Jerman.
Karier Politik:
Terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra pada Pemilu 2019 dan bertugas di Komisi I (pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi).
Ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Menteri Luar Negeri dalam susunan awal Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, di mana ia menjadi salah satu wajah utama diplomasi Indonesia sebelum kini dipercaya memimpin Kemenko PMK.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









