Banda Aceh — Dinas Sosial Kota Banda Aceh terus memperkuat monitoring dan evaluasi data kemiskinan guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran, sekaligus meningkatkan penanganan kasus kekerasan terhadap anak di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah aduan masyarakat terkait ketidaktepatan penerima bantuan sosial di beberapa wilayah, termasuk kawasan Ulee Lheu. Monitoring dilakukan terhadap data desil kemiskinan yang menjadi dasar dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dra. Sukmawati, M.AP mengatakan, evaluasi data penerima bantuan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya.
“Kami terus melakukan monitoring dan verifikasi terhadap data desil kemiskinan, terutama di wilayah yang terdapat aduan masyarakat. Tujuannya agar bantuan sosial yang disalurkan pemerintah tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” ujar Sukmawati, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan melalui koordinasi dengan aparatur gampong, pendamping sosial, serta pengecekan langsung kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, pembaruan data secara berkala penting dilakukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu.
Selain memastikan ketepatan sasaran bansos, Dinas Sosial Banda Aceh juga fokus terhadap penanganan kasus kekerasan terhadap anak yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sukmawati mengatakan, penanganan kekerasan terhadap anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat hingga lembaga pemerintah terkait.
“Penanganan kasus kekerasan anak harus dilakukan secara cepat dan terintegrasi. Anak-anak yang menjadi korban perlu mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, dan dukungan sosial agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Dinsos Banda Aceh, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi dengan lembaga perlindungan anak, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dan pihak sekolah guna memastikan setiap kasus dapat ditindaklanjuti dengan baik.
Tidak hanya fokus pada penanganan kasus, pemerintah juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak serta pencegahan kekerasan dalam lingkungan keluarga maupun sosial.
Menurut Sukmawati, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Di sisi lain, Dinas Sosial Banda Aceh kini mulai mengoptimalkan penggunaan sistem digital dalam proses pembaruan data sosial masyarakat. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat proses verifikasi dan meminimalisir terjadinya data ganda atau kesalahan penerima bantuan.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap penguatan pengawasan data kemiskinan dan peningkatan perlindungan anak dapat menciptakan sistem pelayanan sosial yang lebih efektif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dinsos juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan maupun dugaan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. (ADV)
Editor: Redaksi









