Banda Aceh — Dinas Sosial Kota Banda Aceh terus mengintensifkan penyaluran bantuan masa panik dan logistik bagi masyarakat terdampak bencana kebakaran maupun banjir di sejumlah wilayah sejak awal 2026. Penanganan darurat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak musibah.
Penyaluran bantuan difokuskan langsung ke lokasi bencana dengan melibatkan petugas sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparatur gampong, serta unsur terkait lainnya. Selain distribusi logistik, Dinas Sosial juga mengoperasikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Salah satu penanganan yang menjadi perhatian adalah musibah kebakaran yang terjadi di lingkungan Dayah Budi Muthmainnah, di mana Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik darurat dan melakukan koordinasi penanganan sosial terhadap korban terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, mengatakan pihaknya selalu siaga dalam merespons setiap kejadian bencana sosial maupun bencana alam yang terjadi di wilayah Banda Aceh.
“Begitu menerima laporan kejadian, tim langsung turun ke lapangan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan masa panik dan kebutuhan dasar secara cepat,” ujar Sukmawati.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, selimut, kasur lipat, perlengkapan keluarga, pakaian, hingga kebutuhan darurat lainnya sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, Dinas Sosial juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses penanganan korban dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Pendataan korban dilakukan secara langsung guna memastikan seluruh warga terdampak memperoleh layanan sosial yang dibutuhkan.
Sukmawati menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi bencana, terutama untuk meminimalisasi dampak sosial dan psikologis yang dialami masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan sosial dari pemerintah,” katanya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama kebakaran permukiman dan banjir saat cuaca ekstrem, guna mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.
Editor: Redaksi









