Home / Ekonomi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Pemko Sabang Siapkan Aplikasi “Jaklom” untuk Kembangkan Pariwisata Daerah

REDAKSI

Pemerintah Kota Sabang mulai menyempurnakan platform informasi pariwisata khusus bernama Jaklom untuk mengembangkan sektor wisata di wilayah titik nol kilometer Indonesia.

Pemerintah Kota Sabang mulai menyempurnakan platform informasi pariwisata khusus bernama Jaklom untuk mengembangkan sektor wisata di wilayah titik nol kilometer Indonesia.

Banda Aceh — Pemerintah Kota Sabang, Aceh, mulai menyiapkan platform informasi pariwisata khusus bernama Jaklom. Inovasi ini dihadirkan sebagai langkah nyata untuk mengembangkan sektor pariwisata di wilayah yang dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia tersebut.

“Kita sedang membahas dan menyempurnakan aplikasi Jaklom, sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata di Kota Sabang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, di Sabang, Kamis.

Filosofi dan Latar Belakang Aplikasi

Kata Jaklom berasal dari bahasa Aceh yang berarti “pergi lagi” atau dalam konteks ini bermakna mengajak wisatawan untuk berkunjung kembali ke Sabang.

Baca Juga :  Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,5 Juta per Mayam, Warga Mulai Tahan Beli

Kehadiran aplikasi ini merupakan bagian dari penelitian terapan Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh. Penelitian tersebut difokuskan pada optimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan ekosistem digital muslim-friendly tourism.

Sebelumnya, platform ini telah menghasilkan prototipe awal berupa aplikasi Android melalui pilot project di Kota Banda Aceh. Pada tahun 2026, aplikasi ini diarahkan untuk disempurnakan dan diperluas penerapannya, termasuk di Kota Sabang.

Melalui JAKLOM, berbagai informasi pariwisata di Kota Sabang ke depan diharapkan dapat diakses dengan lebih mudah. Saat ini, proses penyempurnaan terus dilakukan agar aplikasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan pariwisata dan karakteristik daerah.

Baca Juga :  ICMI Aceh Salurkan Bantuan Ramadhan di Pidie Jaya

Kolaborasi dan Pengembangan Bertahap

Harry menjelaskan bahwa saat ini pihak Dinas Pariwisata sedang berfokus pada berbagai kajian dan diskusi lanjutan untuk membahas serta menyempurnakan aplikasi JAKLOM sebelum dikembangkan lebih jauh.

Proses pengembangan ini memerlukan masukan dari pelbagai perangkat daerah karena sektor pariwisata saling terhubung dengan banyak aspek serta membutuhkan data lintas sektor.

“Karena itu, kita perlu menyatukan masukan dari berbagai pihak agar aplikasi ini nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata Sabang,” ujar Harry.

Dalam perancangannya, Jaklom diarahkan untuk memperhatikan:

  • Kebutuhan pengguna dan fitur prioritas.
  • Integrasi dengan layanan pemerintah.
  • Kebutuhan data lintas sektor.
  • Potensi implementasi yang dilakukan secara bertahap.
Baca Juga :  BI-Rate Naik 50 bps menjadi 5,25%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Platform ini juga menjadi bagian dari langkah nyata mendukung tata kelola pariwisata yang lebih efektif, kolaboratif, serta berbasis bukti.

Duduk Bersama Visi Pemko Sabang

Pemanfaatan teknologi digital ini ditegaskan selaras dengan visi dan misi Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam bersama Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah.

“Kita harapkan Jaklom ini dapat memperkuat ekosistem pariwisata Sabang dengan menghadirkan informasi yang lebih terintegrasi, mudah diakses, serta mendukung upaya pengembangan potensi wisata secara berkelanjutan,” tutur Harry Susethia.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

Ekonomi

BSI Gelar BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Ekonomi

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, Bank Indonesia Aceh Membangun Model Pemulihan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pertanian bersama Pemkab Pidie Jaya dan USK

Ekonomi

BSI Perkuat BYOND dan E-Channel, Siap Hadapi Lonjakan Transaksi Lebaran

Ekonomi

BI Perkuat Kredit Pangan, Jaga Harga Stabil Jelang Idulfitri

Aceh Besar

Gerai Takjil Ramadhan Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha di Lubok Aceh Besar

Ekonomi

TTI Desak Kementan Buka Data Pengelolaan Bantuan Pemulihan Pertanian Aceh Rp2,5 Triliun

Ekonomi

Harga Emas di Aceh Mulai Turun, Kini Rp 8,8 Juta per Mayam