Home / Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 20:34 WIB

Pasca Banjir Hidrometeorologi, Bank Aceh cetak performa positif pada periode Triwulan I 2026

REDAKSI

Gedung Kantor Pusat Bank Aceh yang merepresentasikan stabilitas keuangan daerah. Per 31 Maret 2026, Bank Aceh berhasil mencatatkan pertumbuhan total aset mencapai Rp29,89 triliun, tumbuh 2,19% secara year-on-year di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca bencana.

Gedung Kantor Pusat Bank Aceh yang merepresentasikan stabilitas keuangan daerah. Per 31 Maret 2026, Bank Aceh berhasil mencatatkan pertumbuhan total aset mencapai Rp29,89 triliun, tumbuh 2,19% secara year-on-year di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca bencana.

Banda Aceh – Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026, Bank Aceh berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh akhir tahun lalu.

Total Aset Bank Aceh kini mencapai Rp29,89 triliun, meningkat 2,19% dibandingkan posisi Maret 2025 yang sebesar Rp29,25 triliun. Peningkatan aset ini mencerminkan pengelolaan portofolio yang sehat serta kepercayaan nasabah yang tetap terjaga.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Tembus Rp2,95 Juta per Gram, Kian Dekati Rp3 Juta

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp25,17 triliun, tumbuh 2,47% secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan bahwa Bank Aceh tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengelola simpanan mereka, yang menjadi modal penting bagi bank untuk terus berekspansi.

Baca Juga :  Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

​Sebagai motor penggerak ekonomi daerah, Bank Aceh juga mengakselerasi Penyaluran Pembiayaan yang tumbuh 3,14% menjadi Rp21,20 triliun. Fokus pembiayaan ini diarahkan pada sektor-sektor produktif untuk membantu para pelaku usaha bangkit dan memperkuat struktur ekonomi masyarakat pasca tantangan alam di tahun sebelumnya.

Baca Juga :  BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

​Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang adaptif. “Kami tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah pembiayaan yang disalurkan memiliki dampak nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh,” ungkapnya.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Ekonomi

Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah, Yuk Ramaikan Bhayangkara Run 2025! 

Ekonomi

Rangkaian Milad ke-5, BSI Aceh Laksanakan Donor Darah di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang

Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Turun ke US$4.723 per Troy Ons

Ekonomi

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Ekonomi

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah di Tengah Volatilitas Global

Ekonomi

Bank Aceh Gelar Gampong Ramadhan 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, Promo Belanja Rp1

Ekonomi

Verifikasi Langsung Penerima Bantuan RLH di Simeulue, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Semangat