Banda Aceh – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Hj. Efiaty Z, A.Md., dan Ar. Aulia Rahman, S.T., IAI, M.Ars., menghadiri prosesi peusijuek (tepung tawar) satu unit mobil Ambulans Puskesmas Keliling (Pusling) yang dialokasikan untuk Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu (13/06/2026).
Prosesi adat yang berlangsung khidmat di halaman kantor gampong setempat ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, unsur Forkopimcam Syiah Kuala, Keuchik Gampong Alue Naga beserta perangkatnya, tokoh adat, serta puluhan warga setempat. Kehadiran fasilitas kesehatan ini disambut penuh rasa syukur mengingat posisi geografis Alue Naga yang berada di pesisir dan relatif jauh dari pusat kota.
Ikhtiar Mendekatkan Pelayanan Kesehatan Pesisir
Dalam sambutannya, Hj. Efiaty Z menyatakan bahwa pengadaan mobil ambulans puskesmas keliling ini merupakan komitmen nyata dari legislatif untuk menjawab keluhan warga pesisir Alue Naga terkait aksesibilitas kesehatan. Selama ini, mobilitas warga yang membutuhkan penanganan medis darurat kerap terkendala jarak.
“Alue Naga ini merupakan wilayah pesisir yang sarat potensi namun membutuhkan perhatian ekstra pada sektor pelayanan dasar. Kehadiran ambulans keliling ini adalah ikhtiar kami di DPRK untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan medis darurat hanya karena masalah transportasi,” tegas Efiaty.
Politisi perempuan ini juga berpesan kepada perangkat gampong dan pihak Puskesmas agar operasional ambulans ini dikelola dengan manajemen yang transparan dan responsif, sehingga benar-benar siap sedia 24 jam saat masyarakat membutuhkan.
Dorong Optimalisasi Infrastruktur Gampong Tangguh
Senada dengan hal tersebut, Ar. Aulia Rahman selaku anggota dewan yang juga berlatar belakang arsitek dan profesional tata kota, menyoroti aspek konektivitas dan ketangguhan fasilitas publik di kawasan pesisir Banda Aceh. Menurutnya, pemenuhan armada ambulans harus diimbangi dengan kesiapan sarana pendukung lainnya.
Akses Jalur Evakuasi: Memastikan infrastruktur jalan di lorong-lorong gampong dapat diakses dengan mudah oleh armada darurat.
Sistem Komunikasi Siaga: Membangun pos koordinasi darurat di tingkat gampong agar warga dapat memanggil ambulans dengan respons cepat (fast response).
Edukasi Mitigasi: Menjadikan kehadiran armada ini sebagai momentum penguatan gampong tangguh bencana dan tangguh kesehatan.
“Kawasan pesisir seperti Alue Naga memiliki karakteristik unik. Kesiapan fasilitas Pusling ini adalah langkah awal yang sangat baik. Ke depan, kita harus terus memperkuat integrasi antara infrastruktur fisik gampong dengan sistem pelayanan sosial-kesehatan yang terpadu,” jelas Aulia Rahman.
Rasa Syukur Warga dan Prosesi Peusijuek
Acara inti ditandai dengan prosesi peusijuek yang dipimpin oleh tokoh adat/Imum Mukim setempat. Tradisi bernuansa Islami ini dilakukan sebagai bentuk doa restu mengharapkan keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam pemanfaatan mobil ambulans baru tersebut agar terhindar dari marabahaya selama bertugas.
Keuchik Gampong Alue Naga, mewakili seluruh masyarakat, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas pengawalan aspirasi yang dilakukan oleh Hj. Efiaty dan Aulia Rahman di parlemen kota.
“Bagi kami warga Alue Naga, mobil ambulans keliling ini adalah aset yang sangat berharga. Kami berterima kasih kepada Ibu Efiaty dan Pak Aulia yang telah mendengar dan memperjuangkan suara kami di DPRK. Fasilitas ini akan sangat meringankan beban warga kami, terutama di saat-saat darurat medis,” pungkasnya di akhir acara yang ditutup dengan doa bersama dan pengecekan kelengkapan fasilitas di dalam mobil ambulans.
Editor: Redaksi









