BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Faisal Ilyas, S.E., M.M., meraih SMSI Aceh Award 2026 untuk kategori Tokoh Muda Inspiratif. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah SMSI Aceh Award 2026 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026) malam. Faisal menjadi salah satu dari sejumlah tokoh dan institusi yang mendapatkan penghargaan atas kiprah, dedikasi, serta kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Aceh.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas perjalanan Faisal Ilyas yang memiliki pengalaman lintas bidang, mulai dari kebencanaan, ekonomi kreatif, penyiaran hingga dunia usaha dan pengembangan bisnis.
Sebelum dipercaya memimpin PEMA, Faisal telah terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan pengembangan ekonomi kreatif. Ia juga pernah menjadi bagian dari Tsunami and Disaster Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala serta terlibat dalam penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kreatif Aceh.
Di bidang penyiaran, Faisal pernah dipercaya sebagai komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh dan kemudian menjabat sebagai Ketua KPI Aceh periode 2021–2024.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum memasuki dunia korporasi. Di PEMA, Faisal sebelumnya dipercaya sebagai Direktur Komersial sebelum kemudian mendapat amanah sebagai Direktur Utama.
Sebagai perusahaan milik Pemerintah Aceh, PEMA memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui berbagai sektor usaha, termasuk minyak dan gas, agroindustri, serta jasa dan perdagangan.
Faisal Ilyas menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi yang sekaligus menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi Aceh.
“Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab. Bagi saya, yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana setiap amanah yang diberikan dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi Aceh,” ujar Faisal.
Menurutnya, generasi muda Aceh memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. Pengalaman di berbagai bidang, kata dia, menjadi modal untuk membangun kolaborasi dan menghadirkan gagasan-gagasan baru.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, inovasi dan keberanian untuk terus belajar dalam menghadapi perubahan.
“Aceh memiliki banyak potensi dan anak-anak muda dengan kemampuan yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita satukan melalui kolaborasi, profesionalisme dan kerja nyata,” katanya.
Peraihannya sebagai Tokoh Muda Inspiratif SMSI Aceh Award 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi Faisal untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi dan pembangunan Aceh melalui peran yang diembannya di PEMA.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









