Home / Ekonomi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:30 WIB

KDMP Syariah Gampong Geucue Komplek Tampung Produk UMKM dan Kembangkan Berbagai Usaha

REDAKSI

KDMP Syariah Gampong Geucue Komplek, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh telah beroperasi selama setahun.

KDMP Syariah Gampong Geucue Komplek, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh telah beroperasi selama setahun.

BANDA ACEH — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah Gampong Geucue Komplek, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, aktif menampung dan memasarkan berbagai produk UMKM milik warga setempat.

Pengelola sekaligus anggota KDMP Syariah Gampong Geucue Komplek, Agung Thahir Putra, menyampaikan bahwa koperasi tersebut telah beroperasi menjalankan kegiatan usahanya selama setahun terakhir.

“Koperasi kami menampung dan memasarkan produk UMKM setempat, seperti bunga telang dan telur asin. Produk ini merupakan buatan kaum ibu di Gampong Geucue Komplek,” ujar Agung di Banda Aceh, Kamis.

Unit Usaha dan Kendala Operasional

Saat ini, KDMP Syariah Gampong Geucue Komplek telah membuka gerai penjualan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng yang dipasok dari Bulog. Operasional gerai tersebut memanfaatkan bangunan toko yang merupakan aset desa.

Baca Juga :  Pemko Sabang Siapkan Aplikasi "Jaklom" untuk Kembangkan Pariwisata Daerah

Kendala Fisik Gerai: Agung mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki bangunan gerai mandiri seperti KDMP lainnya karena terkendala masalah lahan/tanah.

Distribusi Barang Subsidi: Mengenai barang subsidi, unit usaha distribusi pupuk saat ini masih dalam tahap pengurusan. Sementara untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan komoditas subsidi lainnya, pihak koperasi belum memiliki unit usahanya.

Fokus Usaha: Koperasi masih memprioritaskan penjualan kebutuhan pokok dan berencana mengembangkan distribusi pupuk di masa mendatang.

Sektor Lain: Koperasi ini juga merambah ke sektor perkebunan anggur dan budi daya perikanan darat.

Agung menambahkan, hasil dari unit-unit usaha yang dikembangkan tersebut sejauh ini sudah mampu menutup biaya operasional serta gaji para pekerja. Adapun modal usaha yang digunakan masih bersumber secara mandiri dari para anggota koperasi.

Baca Juga :  Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Perkembangan KDMP di Kota Banda Aceh

Secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, menyatakan bahwa sejauh ini sudah ada empat KDMP di ibu kota Provinsi Aceh yang resmi beroperasi dan menjalankan usahanya.

Keempat KDMP tersebut meliputi:

1. KDMP Gampong Jawa

2. KDMP Gampong Geuceu Komplek

3. KDMP Gampong Lamjabat

4. KDMP Gampong Keuramat

Seluruh koperasi tersebut menjalankan usaha berupa gerai sembako. Tiga di antaranya turut mengelola pangkalan elpiji, dan satu koperasi menjalankan usaha sebagai agen perbankan serta pos.

Baca Juga :  BI: Ekonomi Aceh Mulai Bangkit Usai Tekanan Sepanjang 2025

Bukhari mencatat, total KDMP yang telah terbentuk dan berbadan hukum di Kota Banda Aceh mencapai 90 koperasi yang tersebar di 90 desa/gampong dalam 10 kecamatan.

Tantangan Perkembangan Koperasi

Meski operasional KDMP terus berjalan, Bukhari mengungkapkan sejumlah hambatan dan kendala yang dihadapi di lapangan:

Kapasitas SDM: Masih banyak pengurus yang belum memahami prinsip tata kelola dan regulasi perkoperasian.

Keterbatasan Modal: Permodalan saat ini masih sangat bergantung pada simpanan pokok dan simpanan wajib anggota yang jumlahnya terbatas.

Literasi Keuangan: Kurangnya literasi keuangan di kalangan pengurus maupun pengawas koperasi.

Regulasi & Birokrasi: Terbentur oleh aturan dan regulasi yang cukup banyak serta tumpang tindih.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM

Ekonomi

Krue Seumangat, Perpustakaan BI Aceh Hadirkan Senyum dan Semangat Anak-Anak Pidie Jaya

Ekonomi

Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

Ekonomi

Mualem Panen Lobster di Keramba Nelayan Ulee Lheue

Ekonomi

Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Ekonomi

Investasi Emas Syariah Kian Mudah Bersama Layanan Digital BSI

Ekonomi

“Transaksi QRIS di Aceh Tumbuh Pesat, Capai Rp1,98 Triliun hingga September 2025”

Ekonomi

UIN Ar-Raniry Usulkan Tambah Kuota dan Biaya Hidup KIP Kuliah ke Bappenas