Home / Internasional

Selasa, 7 April 2026 - 20:32 WIB

Ketegangan Meningkat, Pemuda Iran Bentuk “Rantai Manusia” di Pembangkit Listrik Usai Ancaman Bom Donald Trump

REDAKSI

Ribuan pemuda, mahasiswa, dan atlet di Teheran membentuk formasi

Ribuan pemuda, mahasiswa, dan atlet di Teheran membentuk formasi "rantai manusia" yang melingkari salah satu pembangkit listrik utama Iran, Selasa (7/4/2026). Aksi simbolis ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan infrastruktur negara dari ancaman serangan udara Amerika Serikat.

Teheran – Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis. Presiden AS Donald Trump dilaporkan meningkatkan ancaman serangannya ke wilayah Iran, yang mencakup pengeboman infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini muncul seiring semakin dekatnya tenggat waktu ultimatum bagi Teheran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata.

​Menanggapi situasi tersebut, otoritas Iran menyerukan aksi massa kepada warganya. Melansir dari NDTV, Selasa (7/4/2026), Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran mengajak kaum muda, termasuk atlet, seniman, hingga mahasiswa, untuk membentuk perisai simbolis berupa “rantai manusia” di sekitar pembangkit-pembangkit listrik utama di negara tersebut.

Baca Juga :  Jenderal Iran Ancam Trump: Perang dengan AS Akan Jadi “Pelajaran Keras”

​Lindungi Infrastruktur dari Ancaman Serangan

​Aksi “Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah” ini dijadwalkan dimulai pada Selasa siang pukul 14.00 waktu setempat. Momentum ini dilakukan tepat 13 jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Trump.

​Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan aspirasi murni dari generasi muda negara tersebut.

Baca Juga :  Renovasi Mataf oleh Waskita Karya Perluas Kapasitas Jemaah di Masjidil Haram

​”Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi-organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik milik negara,” ujar Rahimi dalam pesan videonya.

​Ia menekankan bahwa aksi ini adalah simbol komitmen pemuda untuk menjaga infrastruktur negara dan menjamin masa depan Iran di tengah ancaman militer asing.

​Ultimatum Trump dan Syarat Gencatan Senjata

​Donald Trump sebelumnya telah menetapkan batas waktu (deadline) hingga Selasa (7/4) malam sekitar pukul 20.00 waktu AS, atau Rabu (8/4) dini hari sekitar pukul 03.30 waktu Iran.

Baca Juga :  Miris, Jamaah Haji Indonesia Hanya Dapat Fasilitas Terendah

​Jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu tersebut, Trump mengancam akan melakukan serangan besar-besaran. Terdapat dua tuntutan utama yang dilayangkan Washington kepada Teheran:

​Melepaskan senjata nuklir.

​Membuka kembali Selat Hormuz.

​Hingga saat ini, situasi di sekitar instalasi energi Iran dilaporkan mulai dipenuhi massa yang bersiaga melindungi aset strategis negara mereka dari potensi serangan udara Amerika Serikat. (Red)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Kilang Minyak Ras Tanura Arab Saudi Terbakar Akibat Serangan Drone Iran

Internasional

Ketua Partai Liberal Demokrat Desak Trump Mundur dari Presiden AS

Aceh

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh

Internasional

Prabowo Tiba di Washington, Hadiri KTT Perdamaian Gaza dan Temui Trump

Internasional

Pernyataan Jenderal Israel Soal Indonesia Picu Sorotan Global

Internasional

40 Fasilitas Energi Hancur, Konflik Iran–AS–Israel Picu Krisis Minyak Dunia

Internasional

Israel Serang Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Internasional

Iran Tegas: Tak Minta Gencatan Senjata, Siap Hadapi AS dan Israel