Home / Internasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:53 WIB

Kilang Minyak Ras Tanura Arab Saudi Terbakar Akibat Serangan Drone Iran

REDAKSI

Serangan drone ke kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia, Senin 02/03/2026

Serangan drone ke kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia, Senin 02/03/2026

Riyadh – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah fasilitas minyak utama milik Saudi Aramco, kilang Ras Tanura, menjadi sasaran serangan drone pada Senin pagi, 2 Maret 2026.

Insiden ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Kronologi Kejadian

  1. Waktu Serangan: Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.04 waktu setempat.
  2. Target Strategis: Serangan mengarah ke kilang Ras Tanura di pesisir Teluk Persia, yang merupakan salah satu pusat pengolahan minyak terbesar di dunia dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bph).
Baca Juga :  Ukraina di Gempur Rusia Dengan 620 Drone dan Rudal, Banyak Korban Jiwa

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat dua drone di atas fasilitas tersebut. Namun, jatuhnya puing-puing drone menyebabkan kebakaran terbatas di area kilang.

Sebagai langkah pencegahan, Saudi Aramco memutuskan untuk menutup sementara operasional kilang Ras Tanura guna mengevaluasi kerusakan dan memastikan keamanan pekerja.

Konteks Eskalasi Regional

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan Iran terhadap negara-negara di kawasan Teluk menyusul operasi militer gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026. Selain kilang minyak, serangan drone juga dilaporkan menyasar titik strategis di Uni Emirat Arab (Dubai & Abu Dhabi), Qatar, serta Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Baca Juga :  Jenderal Iran Ancam Trump: Perang dengan AS Akan Jadi “Pelajaran Keras”

Dampak Ekonomi Global

Dunia merespons cepat insiden ini dengan lonjakan harga minyak mentah:

  1. Harga Minyak Brent: Melonjak sekitar 10%, menembus level $80 per barel, yang merupakan level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
  2. Selat Hormuz: Kekhawatiran meningkat karena jalur pelayaran vital ini dilaporkan sempat mengalami hambatan operasional, mengancam distribusi 20% pasokan minyak dunia.
Baca Juga :  Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki Al-Maliki, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam serangan di Ras Tanura. Meskipun begitu, evakuasi pekerja sempat dilakukan saat asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kapal Tanker Honour 25 Dibajak di Perairan Somalia, 4 WNI Jadi Sandera

Internasional

Gubernur Aceh Kunjungi Peternakan Telur Terbesar di Henan – Tiongkok

Internasional

Tiga Personel UNIFIL Asal Indonesia Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan

Internasional

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia 2026

Internasional

Tragedi Hercules di Bolivia: 24 Tewas, Jutaan Lembar Uang Dijarah dan Dinyatakan Tidak Berlaku

Internasional

Serangan Israel ke Iran : Target Lokasi Peluncuran Rudal dan Bandara

Internasional

AS dan Iran Sepakati Perjanjian Damai, MPR RI Ingatkan Kewaspadaan terhadap Manuver Israel

Internasional

Konflik AS-Iran: Klaim Kemenangan Washington Berbenturan dengan Realitas di Lapangan