ACEH TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mengajukan usulan dana desa kreatif sebesar Rp500 juta kepada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Pengajuan anggaran ini ditujukan untuk memacu pengembangan sektor kriya daerah, khususnya kerajinan anyaman tikar pandan dan kain tenun tradisional.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan langsung usulan pendanaan tersebut saat menemui Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Iskandar memaparkan bahwa produk anyaman tikar dan tenun asal Aceh Timur tidak hanya dipasarkan di kawasan domestik, tetapi telah menembus pasar internasional. Kendati demikian, para pelaku UMKM lokal masih memerlukan dukungan intensif untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
“Aceh Timur sudah memiliki UMKM tenun dan anyaman tikar yang berkembang. Namun, mereka masih membutuhkan pengembangan, mulai dari pelatihan, pendaftaran kekayaan intelektual, hingga pembentukan administrasi usaha yang lebih baik,” ujar Iskandar dalam keterangannya yang diterima di Aceh Timur, Jumat.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi kreatif merupakan langkah strategis untuk menggenjot pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja baru, khususnya di area pedesaan yang memproduksi kerajinan tradisional.
Menanggapi permohonan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan komitmennya melalui skema pembinaan berkelanjutan dalam program desa kreatif. Ia menegaskan bahwa pendampingan bagi UMKM tidak akan dilakukan secara singkat, melainkan secara menyeluruh hingga pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri.
“Pelatihan yang kami lakukan bukan sekadar satu hari selesai. Kami ingin mendampingi mereka sampai tuntas dan berhasil, termasuk memfasilitasi akses pendanaan dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata Teuku Riefky.
Editor: Redaksi









