Home / Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Pemkab Aceh Timur Usulkan Dana Desa Kreatif Rp500 Juta ke Kemenekraf untuk Pengrajin Pandan dan Tenun

REDAKSI

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengusulkan dana desa kreatif sebesar Rp500 juta kepada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk pengembangan sektor kriya, khususnya kerajinan anyaman tikar pandan dan kain tenun tradisional.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengusulkan dana desa kreatif sebesar Rp500 juta kepada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk pengembangan sektor kriya, khususnya kerajinan anyaman tikar pandan dan kain tenun tradisional.

ACEH TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mengajukan usulan dana desa kreatif sebesar Rp500 juta kepada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Pengajuan anggaran ini ditujukan untuk memacu pengembangan sektor kriya daerah, khususnya kerajinan anyaman tikar pandan dan kain tenun tradisional.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan langsung usulan pendanaan tersebut saat menemui Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta.

Baca Juga :  BPS Aceh Catat Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 10,40 Ribu Orang per Maret 2026

Dalam pertemuan tersebut, Iskandar memaparkan bahwa produk anyaman tikar dan tenun asal Aceh Timur tidak hanya dipasarkan di kawasan domestik, tetapi telah menembus pasar internasional. Kendati demikian, para pelaku UMKM lokal masih memerlukan dukungan intensif untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.

“Aceh Timur sudah memiliki UMKM tenun dan anyaman tikar yang berkembang. Namun, mereka masih membutuhkan pengembangan, mulai dari pelatihan, pendaftaran kekayaan intelektual, hingga pembentukan administrasi usaha yang lebih baik,” ujar Iskandar dalam keterangannya yang diterima di Aceh Timur, Jumat.

Baca Juga :  Gerai Takjil Ramadhan Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha di Lubok Aceh Besar

Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi kreatif merupakan langkah strategis untuk menggenjot pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja baru, khususnya di area pedesaan yang memproduksi kerajinan tradisional.

Menanggapi permohonan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan komitmennya melalui skema pembinaan berkelanjutan dalam program desa kreatif. Ia menegaskan bahwa pendampingan bagi UMKM tidak akan dilakukan secara singkat, melainkan secara menyeluruh hingga pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri.

Baca Juga :  Harga Emas di Lhokseumawe Stabil, Capai Rp8,15 Juta per Mayam

“Pelatihan yang kami lakukan bukan sekadar satu hari selesai. Kami ingin mendampingi mereka sampai tuntas dan berhasil, termasuk memfasilitasi akses pendanaan dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata Teuku Riefky.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Optimistis Ekonomi Tumbuh Menguat

Ekonomi

Menko Airlangga Ungkap Potensi 1.800 Ton Emas Masyarakat Belum Masuk Sistem Keuangan

Ekonomi

BSI Aceh Gelar Tarhib Ramadhan, Salurkan 500 Paket Sembako di Masjid Raya Baiturrahman

Ekonomi

PT PEMA Raih Serambi Awards 2026 sebagai “Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh”

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Cabang Aceh Tengah Serahkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta, Diterima Bupati Haili Yoga

Ekonomi

Emas Hitam dari Desa Sojomerto: Babak Baru Kemandirian Energi Berbasis Rakyat

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Raih Top Sharia Regional Bank, Fadhil Ilyas Dinobatkan Best CEO Syariah 2026

Ekonomi

PEDAGANG KECIL DI ACEH TAMIANG TERHIMPIT KELANGKAAN DAN LONJAKAN HARGA AYAM