SERANG — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Banten membagikan 1.200 masker secara gratis kepada masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bantuan ini disalurkan untuk membantu warga yang terdampak langsung paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala LKBN ANTARA Biro Banten, Bayu Kuncahyo, menyatakan bahwa aksi sosial yang berlangsung pada Minggu ini merupakan bentuk kepedulian dan langkah tanggap darurat untuk melindungi kesehatan pernapasan masyarakat di tengah tingginya intensitas hujan abu.
“Kami dari ANTARA fokus memberikan masker kepada warga yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama di wilayah pesisir Anyer. Kami juga akan terus memantau perkembangannya untuk mendistribusikan bantuan, khususnya masker, ke wilayah-wilayah lain yang terdampak di Banten,” kata Bayu di Serang.
Aksi tanggap darurat ini menyasar warga yang sangat merasakan dampak tebalnya abu vulkanik. Salah seorang warga, Andi, mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat pesisir hanya mengandalkan perlengkapan seadanya, seperti memakai tudung, topi, dan kacamata untuk menghindari iritasi mata. Pembagian masker dari ANTARA dinilai sangat tepat sasaran karena banyak warga yang belum memiliki persediaan masker memadai.
Meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan, warga setempat memilih untuk tetap bertahan di rumah sembari bersiaga dan memantau perkembangan situasi agar bisa segera mengevakuasi keluarga jika kondisi memburuk.
Hal senada disampaikan oleh Supiah, warga pesisir lainnya yang merasa terbantu dengan adanya pembagian masker gratis ini. Ia menceritakan tingginya intensitas hujan abu yang terus memasuki dan mengotori bagian dalam rumahnya.
“Tadi pagi lantai rumah sudah penuh dengan debu hitam. Sudah dibersihkan, tetapi abunya datang lagi. Makanya, masker ini sangat dibutuhkan,” tutur Supiah.
Supiah juga menambahkan bahwa mayoritas warga sekitar memilih tetap berada di rumah karena sudah terbiasa dengan karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









