ACEH TIMUR – Nama Muntasir, S.E.I., yang akrab disapa Panglima Age atau Pang Age, menjadi sorotan seiring langkah strategis PT Aceh Timur Energi dan Mineral (PT ATEM) dalam mengembangkan pengelolaan sumur minyak masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Direktur Utama, PT ATEM berhasil membangun kemitraan strategis dengan PT Medco E&P Malaka untuk kerja sama produksi sumur minyak masyarakat di wilayah kerja Blok A, Aceh Timur. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada 1 Oktober 2026 di Jakarta.
Dari BUMD Daerah Menuju Kemitraan Strategis Migas
Panglima Age dipercaya memimpin PT ATEM pada September 2025. Sejak awal kepemimpinannya, ia menyampaikan komitmen untuk menjalankan perusahaan dengan prinsip keterbukaan, disiplin, kolaborasi, dan membuka peluang bagi investor untuk ikut mengembangkan potensi ekonomi Aceh Timur.
Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pengelolaan sumur minyak masyarakat membutuhkan koordinasi lintas lembaga, kepastian regulasi, kesiapan operasional, serta kemitraan dengan perusahaan yang memiliki kewenangan dan kemampuan teknis di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Dalam konteks tersebut, kemampuan membangun komunikasi dan mempertemukan kepentingan berbagai pihak menjadi bagian penting dari kepemimpinan PT ATEM.
Persetujuan Menteri ESDM Menjadi Tonggak Penting
Langkah PT ATEM memperoleh momentum ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyetujui aspek teknis kerja sama produksi sumur minyak masyarakat yang diusulkan BPMA melalui surat tertanggal 17 September 2026.
Untuk wilayah Aceh Timur, skema kerja sama tersebut melibatkan PT Medco E&P Malaka sebagai kontraktor kontrak kerja sama, bersama PT ATEM dan Koperasi Produsen Tata Seuramo Peureulak sebagai pihak pengelola.
Capaian ini menempatkan PT ATEM dalam skema resmi pengelolaan sumur minyak masyarakat di Aceh. Namun, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu orang semata, melainkan buah dari proses kelembagaan dan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, BPMA, mitra industri, koperasi, dan masyarakat.
Kepemimpinan, Kepercayaan, dan Masa Depan Energi Aceh Timur
Bagi Panglima Age, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa persetujuan dan perjanjian kerja sama dapat diterjemahkan menjadi kegiatan operasional yang aman, tertib, transparan, dan memberikan manfaat nyata.
Keberhasilan PT ATEM nantinya tidak hanya diukur dari penandatanganan perjanjian, tetapi juga dari realisasi produksi, peningkatan kapasitas perusahaan, keterlibatan tenaga kerja lokal, manfaat bagi masyarakat, serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dukungan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam mendorong pengembangan sektor energi daerah juga menjadi faktor penting dalam membuka ruang bagi PT ATEM untuk menjalankan peran strategisnya.
Panglima Age kini menghadapi kesempatan sekaligus tanggung jawab besar: membuktikan bahwa BUMD daerah mampu menjadi mitra profesional dalam industri migas, sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan Aceh Timur.
Panglima Age menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan PT ATEM. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa langkah strategis yang telah dicapai menjadi fondasi bagi pengelolaan energi daerah yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.
Penulis : Rony
Editor: Dahlan









