Banda Aceh — Anggota Komisi V DPR RI, H. Irmawan, S.Sos., M.M., bergerak cepat menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) pada Kamis (25/06/2026). Kehadiran legislator pusat ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus meninjau langsung penanganan medis para korban ledakan Kapal Aceh Hebat 2 (AH 2) yang tengah dirawat intensif.
Dalam inspeksi dan silaturahmi tersebut, H. Irmawan didampingi oleh lintas sektoral, mulai dari Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr. Novita, Sp.JP(K); Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Ir. Andi Fiardi, S.T., M.T., CGRE; hingga jajaran pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh.
Update Kondisi Korban: 14 Taruna dan KKM Mulai Membaik
Insiden ledakan yang melanda armada penyeberangan tersebut melukai 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati serta seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) akibat luka bakar. Beruntung, petaka ini terjadi justru setelah seluruh penumpang dipastikan turun dengan selamat, sehingga tidak ada korban jiwa dari masyarakat umum.
Pihak RSUZA mengonfirmasi kabar baik mengenai perkembangan medis para korban:
Progres Positif: Kondisi kesehatan seluruh korban luka bakar terus menunjukkan tren pemulihan yang signifikan.
Rencana Rawat Jalan: Beberapa korban dalam waktu dekat dijadwalkan sudah bisa dipulangkan untuk melanjutkan fase pemulihan bersama keluarga.
Dua Tuntutan Krusial Komisi V DPR RI
Tidak sekadar berkunjung, H. Irmawan memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan dua poin krusial demi masa depan para korban dan perbaikan ekosistem transportasi laut di Aceh:
1. Jaminan Pendidikan & Hak Kerja Korban
Bagi Taruna Malahayati: Irmawan mendesak manajemen Politeknik Pelayaran Malahayati memberikan dispensasi, kemudahan, serta fasilitas khusus agar musibah ini tidak menghambat penyelesaian studi para taruna.
Bagi Awak Kapal: Melalui sambungan video call langsung dengan pimpinan pusat PT ASDP di Jakarta, Irmawan memberikan tekanan agar hak pekerjaan awak kapal yang menjadi korban tetap dijamin penuh saat mereka telah dinyatakan sembuh total.
2. Investigasi Transparan dan Evaluasi Total
Anggota DPR RI asal Aceh ini menegaskan bahwa insiden AH 2 harus menjadi alarm keras bagi dunia pelayaran di Serambi Mekkah. Ia menuntut penyelidikan yang transparan, objektif, dan profesional guna membongkar akar masalah agar tragedi serupa tidak menjadi polusi berulang di masa depan.
“Keselamatan pelayaran tidak boleh dianggap enteng. Meskipun kita bersyukur tidak ada korban jiwa, hal ini tetap menjadi pelajaran besar. Semua pihak harus bertanggung jawab memastikan standar keselamatan terjaga dengan ketat,” ujarnya.
Kawal Kasus Hingga Tuntas
H. Irmawan juga memastikan bahwa dirinya akan terus memantau dan mengawal proses penanganan korban serta perkembangan hasil penyelidikan hingga tuntas. Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih sepenuhnya, kembali melanjutkan aktivitas, serta memperoleh hak dan perlindungan yang layak sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah taktis dan kepedulian nyata yang ditunjukkan wakil rakyat ini menuai apresiasi mendalam dari pihak keluarga korban. Di tengah situasi sulit dan penuh kecemasan, kehadiran serta ketegasan Irmawan menjadi bukti konkret bahwa negara hadir melindungi dan memperjuangkan nasib warganya.
Editor: Redaksi









