Home / Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Pemkab Aceh Barat Dorong Terwujudnya Satu Rujukan Data

REDAKSI

Diskominsa) melaksanakan Coaching Clinic Penguatan Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Humas Aceh Barat

Diskominsa) melaksanakan Coaching Clinic Penguatan Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Humas Aceh Barat

ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) melaksanakan Coaching Clinic Penguatan Penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Diskominsa Kabupaten Aceh Barat, Dedi Mulianda, S.IP., M.Si., didampingi Sekretaris Dinas, Dedy Jefernal, ST., Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Fachmi Suchairi, serta Tim Koordinasi dan Asistensi Bupati (TKAB), Afrizal Abdul Rasyid, di Aula Diskominsa Kabupaten Aceh Barat, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan coaching clinic dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dan diikuti oleh pengelola data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data pemerintah daerah agar penyelenggaraan Satu Data Indonesia dapat berjalan secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kepala Diskominsa Aceh Barat, Dedi Mulianda, menyampaikan Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas perangkat daerah dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia, khususnya dalam proses perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, pengelolaan, penyebarluasan, dan pemanfaatan data.

“Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kualitas Daftar Data Daerah sebagai dasar dalam penyediaan data sektoral yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai dengan prinsip dan standar Satu Data Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Armia Terima 25 Sapi Meugang dari Presiden untuk Warga Aceh Tamiang

Ia menekankan bahwa pentingnya penggunaan satu rujukan data yang sama dan terintegrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Ketersediaan satu rujukan data diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pemerintah daerah, baik untuk perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, monitoring dan evaluasi, maupun digunakan untuk proses penyusunan kebijakan dan Penganggaran Daerah.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Satu Data sangat bergantung pada kualitas data yang dihasilkan oleh setiap perangkat daerah.

“Kita ingin memastikan bahwa data yang dihasilkan oleh perangkat daerah benar-benar berkualitas, karena muara dari seluruh proses penyelenggaraan Satu Data adalah tersedianya data yang dapat dipercaya dan digunakan bersama. Kalau daftar data daerahnya sudah baik, terstandar dan terkelola dengan benar, maka akan lebih mudah untuk kita integrasikan dan sajikan dalam satu portal,” ujar Dedi.

Satu Data bukan sekadar membangun portal atau memindahkan data ke dalam sistem digital, tetapi merupakan upaya membangun ekosistem tata kelola data yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Karena itu, penguatan terhadap produsen data dan pengelola data di masing-masing perangkat daerah menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga :  Aceh Besar Mulai Garap Tanam Gadu untuk Wujudkan Lumbung Pangan Nasional

“Target akhirnya adalah memangkas proses birokrasi dalam pemenuhan kebutuhan data. Ke depan, instansi pemerintah maupun masyarakat sebagai pengguna data tidak perlu lagi mengirim surat atau meminta data berulang kali kepada perangkat daerah. Data yang dibutuhkan diharapkan sudah tersedia dan dapat diakses melalui portal Satu Data,” jelasnya.

Namun demikian, Dedi menekankan bahwa tujuan tersebut hanya dapat diwujudkan apabila data yang tersedia dalam portal benar-benar mutakhir, berkualitas, lengkap, sesuai standar SDI, dan terus diperbarui oleh produsen data.

“Kalau datanya sudah tersedia di portal dan kualitasnya terjamin, maka pertukaran dan pemanfaatan data dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Ini tentu akan menghemat waktu dan biaya, sekaligus meringankan beban pengelola data karena tidak lagi menghadapi permintaan data yang sama secara berulang-ulang,” tambah Dedi.

Selain penguatan penyelenggaraan SDI, coaching clinic juga dilanjutkan dengan pendampingan tata kelola portal Satu Data Kabupaten Aceh Barat.

Baca Juga :  Jasad Wanita Ditemukan di Kebun Tanah Jambo Aye, Diduga Korban Banjir

Pendampingan ini menjadi bagian dari proses transformasi Portal Open Data Aceh Barat yang sebelumnya menggunakan domain data.acehbaratkab.go.id menuju portal baru SATURASI (Satu Data untuk Gerak Sinergi Membangun Negeri) dengan domain satudata.acehbaratkab.go.id.

Dedi menuturkan transformasi portal tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan dari sisi tampilan dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola data secara menyeluruh.

.Portal SATURASI diarahkan sebagai wadah penyebarluasan data daerah yang terintegrasi sehingga dapat menjadi salah satu rujukan utama dalam pemanfaatan data di Kabupaten Aceh Barat.

“Melalui kegiatan coaching clinic ini, perangkat daerah juga didorong untuk melakukan penataan kembali data yang akan disajikan pada portal, memastikan kesesuaian metadata dan standar data, serta meningkatkan konsistensi pembaruan data” Tuturnya.

Dengan semakin kuatnya penyelenggaraan Satu Data dan optimalnya pemanfaatan Portal SATURASI, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat membangun ekosistem data yang lebih efektif, efisien, transparan, dan terintegrasi.

Pada akhirnya, ketersediaan satu rujukan data yang berkualitas dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data serta memberikan kemudahan akses informasi bagi pemerintah maupun masyarakat tutupnya.

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Plt Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil Kunjungi SMAN 1 Seulimeum 

Daerah

Lansia di Rukoh Ditemukan Meninggal, Polisi Lidik Sebab Kematiannya

Daerah

Jembatan Bailey rampung, Akses Desa Cot Bada Kec. Cot Jeumpa Bireuen kembali terhubung

Daerah

Jaksa Geledah Kantor Camat Peusangan Bireuen

Daerah

HUT Ke-51 Aceh Tenggara, Gubernur Minta Pembangunan Diimbangi dengan Pelestarian Lingkungan 

Daerah

Diduga Curi Motor, Pria di Bebesen Diamuk Massa

Daerah

Polres Nagan Raya tangkap lima penambang emas ilegal

Daerah

Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Diringkus Kurang dari Tiga Jam