Home / Polri

Rabu, 22 April 2026 - 06:37 WIB

Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan

REDAKSI

Penyidik Unit 3 Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan serah terima tersangka DS beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Penyidik Unit 3 Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan serah terima tersangka DS beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Banda Aceh — Polda Aceh melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), khususnya Unit 3 Subdit V Siber, resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 16.10 WIB.

Penyerahan tersebut dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Tinggi Aceh melalui surat Nomor: B-1484A/L.1.4/Eku.1/04/2026 tertanggal 6 April 2026.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Koordinasi dengan 27 Advokat, Bahas Transparansi Perkara dan KUHAP Terbaru

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol.Joko Krisdiyanto, S. I. K, Selasa, 21 April 2026, menyampaikan bahwa tersangka berinisial DS diduga merupakan pemilik atau pengguna akun media sosial TikTok @tersadarkan5758.

“Tersangka diduga mengunggah konten yang mengandung unsur ujaran kebencian berbasis SARA serta narasi yang menghina umat Islam, khususnya di Provinsi Aceh,” ujar Kabid Humas.

Baca Juga :  Pos Terpadu Operasi Ketupat Seulawah 2026 dan Objek Wisata di Sabang Ditinjau Kapolda Aceh

Ia menjelaskan, perkara ini bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH tertanggal 18 November 2025. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh hingga berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 300 juncto Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana telah disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Tersangka terancam pidana penjara paling lama lima tahun atau denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Aipda Rosita Rahayu, Sosok Polwan dalam Misi Perdamaian Aceh

“Dengan dilaksanakannya Tahap II ini, proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum,” jelasnya.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun penghinaan terhadap SARA.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Polda Aceh Kerahkan Personel untuk Bantu Korban Banjir, Imbau Warga Tetap Waspada

Polri

Satres Narkoba Polres Aceh Utara Tangkap Pria 54 Tahun, 4 Paket Sabu Disita

Polri

Polres Lhokseumawe Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras dan Minyak Goreng di Bawah Harga Pasar

Polri

Polres Pidie Jaya Limpahkan Tersangka Kasus Judi Slot ke Kejaksaan

Olahraga

Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-79, Polda Aceh Gelar Olahraga Bersama

Polri

Polda Aceh Selidiki Kasus Dugaan Perambahan Hutan di Peudada Bireuen

Polri

Ipda H. Khafrawi Ingatkan Masyarakat tentang Bahaya Laten Terorisme

Polri

Patroli Damai Cartenz di Sugapa, Perkuat Komunikasi dengan Warga