Sentul — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang politik maupun pilihan dalam Pemilihan Presiden 2024 lalu.
Dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo menyampaikan bahwa tugas seorang presiden adalah mengabdi untuk semua warga negara, termasuk mereka yang tidak memilihnya.
“Intinya, saya dipilih, sekarang saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak akan tanya ini gubernurnya partai mana. Dulu milih calon nomor 1, nomor 2, nomor 3, saya enggak akan tanya,” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Menurut Prabowo, pemerintahan yang dipimpinnya akan memastikan seluruh program strategis nasional dapat dirasakan manfaatnya secara merata di semua wilayah Indonesia, tanpa diskriminasi politik.
Program Pemerintah Tetap Jalan di Daerah yang Tidak Mendukung
Prabowo mencontohkan program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang tetap dijalankan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang pada Pilpres 2024 tidak memenangkan dirinya.
Ia menyebut Sumatra Barat dan Aceh sebagai contoh nyata. Meski kalah dalam perolehan suara di dua provinsi tersebut, Prabowo memastikan pembangunan dan program kesejahteraan tetap menjadi prioritas.
“Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Tetap Koperasi Merah Putih, tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Prabowo juga menegaskan komitmen besar pemerintah dalam pembangunan Aceh.
“Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan,” sambungnya.
Pemimpin Tidak Boleh Sakit Hati
Prabowo menekankan bahwa menang dan kalah dalam pemilu adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, seorang pemimpin tidak boleh menyimpan permusuhan atau rasa sakit hati karena tugas utamanya adalah mengabdi kepada bangsa.
“Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan persatuan bagi seluruh elemen bangsa agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan perpecahan.
Prabowo Bangga Program MBG Ciptakan Lapangan Kerja
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga memaparkan capaian besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat setiap hari.
Ia menargetkan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 82 juta penerima manfaat paling lambat pada Desember 2026.
“Saudara-saudara, MBG kita sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026,” ungkapnya.
Selain memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, program MBG juga dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas, termasuk membuka hingga 1 juta lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung seperti pertanian, distribusi pangan, dan UMKM lokal.
Komitmen Pemerataan Pembangunan
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Prabowo menutup arahannya dengan menegaskan kembali bahwa pemerintahannya akan berdiri untuk semua, tanpa memandang perbedaan politik masa lalu.(**)
Editor: Redaksi









