Home / Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo: Indonesia Negara Cinta Damai, tapi Tegaskan Tak Ingin Diganggu

REDAKSI

Presiden Prabowo tegaskan di Mabes TNI Cilangkap Senin 5/10/2026, Indonesia cinta damai dan tak ganggu negara lain tapi wajib lindungi rakyat dan SDA untuk kesejahteraan; kekuatan utama TNI bukan alutsista tapi jiwa rela berkorban, di upacara 3.378 prajurit dan peresmian 204 satuan baru termasuk 6 kodam.

Presiden Prabowo tegaskan di Mabes TNI Cilangkap Senin 5/10/2026, Indonesia cinta damai dan tak ganggu negara lain tapi wajib lindungi rakyat dan SDA untuk kesejahteraan; kekuatan utama TNI bukan alutsista tapi jiwa rela berkorban, di upacara 3.378 prajurit dan peresmian 204 satuan baru termasuk 6 kodam.

Jakarta  – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai serta senantiasa menghormati bangsa dan negara lain. Kendati demikian, Indonesia tidak ingin diganggu oleh pihak siapapun.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan HUT Ke-81 TNI yang berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, Oktober 2026.

Prinsip Pertahanan dan Kesejahteraan Rakyat

Menurut Prabowo, sikap cinta damai dan menghormati sesama bangsa merupakan prinsip dasar yang terus dipegang teguh oleh para pemimpin Indonesia sejak awal kemerdekaan. Indonesia sama sekali tidak memiliki niat untuk mengganggu negara lain.

Baca Juga :  Pembuatan Undang-undang Penyadapan Dimulai,DPR Fokus Pada Pencegahan Penyalahgunaan

Namun, Kepala Negara dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan mutlak untuk melindungi rakyat, wilayah kedaulatan, serta kekayaan alamnya.

Pemanfaatan Kekayaan Alam: Upaya menjaga kepentingan nasional ini ditujukan agar kekayaan Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

Tujuan Pembangunan TNI: Presiden menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI diarahkan murni sebagai alat pertahanan untuk membela diri dan melindungi rakyat Indonesia.

Baca Juga :  KIP Nagan Raya Geser Penetapan Bupati dan Wabup Terpilih pada 8 Januari 2025, Awalnya Dipercepat

Semangat Rela Berkorban sebagai Kekuatan Utama

Dalam amanatnya pada peringatan yang digelar Senin, 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa kekuatan utama TNI tidak hanya diukur dari kecanggihan senjata, kelengkapan alutsista, maupun besaran anggaran pertahanan. Lebih dari itu, semangat juang dan jiwa rela berkorban merupakan fondasi paling vital bagi ketangguhan tentara serta suatu bangsa.

“Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe Gandeng Akademisi UTU Perkuat Implementasi MoU Helsinki

Rangkaian Upacara HUT Ke-81 TNI

Upacara peringatan HUT Ke-81 TNI yang dilaksanakan pada Senin ini melibatkan sebanyak 3.378 prajurit yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta pasukan Komponen Cadangan dan KKRI/Pramuka. Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo turut meresmikan 204 satuan baru TNI, yang mencakup pembentukan enam komando daerah militer (kodam) baru.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Berita

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Politik

DPR Resmi Disetujui RUU Perubahan UU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif

Politik

Haji Uma: Ketua DPR Aceh Tak Pantas Serang Wagub

Politik

Kertas Posisi GEDSI Diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dalam RPJMA

Politik

Febri Haska Putra Ditunjuk Sebagai Ketua Fraksi PKS DPRK Langsa

Politik

Lambatnya Pemulihan Pascabencana di Aceh Picu Kekecewaan Warga dan Aktivis

Politik

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodam IM Bentangkan Bendera Merah Putih 81 Meter di Banda Aceh

Parlementarial

Anggota DPRA Fuadri: Razia Kendaraan Plat BL di Sumut Bisa Ganggu Hubungan Antarwarga