Home / Pendidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Syamsul Rijal Pimpin Forum Komunikasi Prodi Pascasarjana PTKI, UIN Ar-Raniry Soroti Masa Depan Studi Islam

REDAKSI

Ketua Prodi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.A., resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Komunikasi Program Studi Pascasarjana PTKI. Keputusan ini diambil dalam FORDIPAS ke-13 dan INCOILS ke-6 di Hotel ZHM Premiere Padang, 6–8 Agustus 2026.

Ketua Prodi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.A., resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Komunikasi Program Studi Pascasarjana PTKI. Keputusan ini diambil dalam FORDIPAS ke-13 dan INCOILS ke-6 di Hotel ZHM Premiere Padang, 6–8 Agustus 2026.

BANDA ACEH – Ketua Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.A., resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Komunikasi Program Studi Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Pembentukan forum tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan para ketua program studi pascasarjana PTKI yang berlangsung dalam rangkaian Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) ke-13 dan International Conference on Islamic Studies (INCOILS) ke-6 di Hotel ZHM Premiere Padang, Sumatera Barat, pada 6–8 Agustus 2026.

Forum Komunikasi ini diarahkan sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan berbagi pengalaman untuk pengembangan program studi pascasarjana. Dalam pertemuan tersebut, para ketua prodi membahas berbagai tantangan pendidikan pascasarjana, seperti persaingan antarperguruan tinggi, peningkatan mutu akademik, penelitian, publikasi, hingga penguatan kelembagaan.

Baca Juga :  Siswa SMAN 1 Lhoknga Dapat Apresiasi Kadisdik Aceh atas Aksi Konservasi Penyu

Isu Masa Depan Studi Islam

Dalam perhelatan tersebut, Pascasarjana UIN Ar-Raniry turut mengangkat isu mengenai masa depan Studi Islam di Indonesia. Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani, M.A., hadir sebagai salah satu pemateri yang membawakan topik bertajuk “Knowledge Integration, Trend Dynamic, and Prospect: Overview on Islamic Studies’ Challenges and Future Prospects in Indonesian Higher Education.”

Prof. Eka menyampaikan bahwa Studi Islam di Indonesia saat ini dihadapkan pada perubahan paradigma keilmuan, transformasi kelembagaan, pesatnya perkembangan teknologi digital, serta tuntutan globalisasi pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Simulasi SNBT 2024 : Ini Hasil dan Tindak lanjutnya

“Studi Islam tidak cukup berhenti pada pendekatan interdisipliner, tetapi perlu bergerak menuju transdisipliner,” ujar Eka dalam paparannya.

Menurutnya, pendekatan transdisipliner memungkinkan Studi Islam untuk berinteraksi lintas bidang, mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran, hingga ilmu sosial. Hal ini dinilai krusial agar hasil kajian mampu berkontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Tantangan dan Peluang Teknologi Digital

Lebih lanjut, Eka membeberkan tiga tantangan utama pendidikan tinggi Islam saat ini, yakni rigiditas kelembagaan, kesiapan mahasiswa (khususnya pada jenjang doktoral), serta adanya kesenjangan sumber daya akademik.

“Adopsi metodologi dari tradisi orientalis juga perlu dikritisi secara akademik agar tidak meminggirkan epistemologi lokal serta otoritas intelektual ulama dan tradisi keilmuan Muslim Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Shalat Dhuhur Bersama Siswa SMAN 1 Meukek, Tekankan Penguatan Karakter di Bulan Ramadhan

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dipandang sebagai peluang strategis bagi perguruan tinggi Islam. Kehadiran teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk digitalisasi manuskrip, akselerasi penelitian, perluasan akses sumber akademik internasional, hingga pengembangan digital humanities.

“Perguruan tinggi Islam di Indonesia memiliki peluang strategis untuk memperkuat posisinya dalam percaturan Studi Islam global dengan mengembangkan riset yang memadukan kekayaan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkas Eka.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

P3K Paruh Waktu Aceh Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Langkahan

Pemerintah

Disdik Aceh Gelar Asesmen Tahap II Kepala Sekolah se-Aceh, 892 Peserta Jalani Talent Mapping dan Wawancara

Pendidikan

Disdik Aceh dan BPJS Kesehatan Bahas Iuran Jaminan Kesehatan Guru

Pendidikan

Murthalamuddin Ingatkan Sekolah Tak Takut Intimidasi Oknum Berkedok Wartawan dan LSM

Nasional

Refleksi Pembelajaran Semester Dorong SDM Unggul Indonesia

Pendidikan

Kadisdik Aceh Hadiri Peluncuran Buku Program Sekolah dan Wisata Literasi Seribu Barcode di SMAN 1 Leupung

Pendidikan

Sekolah Nasional Terintegrasi Kota Subulussalam Resmi Beroperasi, Jadi Satu-satunya Percontohan di Sumatera

Aceh

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah