Home / Pemerintah Aceh

Senin, 15 Desember 2025 - 07:39 WIB

Wagub Aceh Minta Bantuan Banjir Tak Ditahan, Helikopter Disiagakan untuk Wilayah Terisolir

REDAKSI

Wakil Gubnernur Aceh, Fadhlullah, SE melakukan rapat secara virtual dengan Bupati Walikota di daerah yang terdampak Banjir, di Pos Pendampingan Lanud SIM, Minggu, (14/12/2025). Foto : Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubnernur Aceh, Fadhlullah, SE melakukan rapat secara virtual dengan Bupati Walikota di daerah yang terdampak Banjir, di Pos Pendampingan Lanud SIM, Minggu, (14/12/2025). Foto : Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Pemerintah Aceh menegaskan agar seluruh bantuan banjir segera disalurkan ke masyarakat tanpa ditahan di gudang. Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam rapat penanganan banjir yang digelar di Pos Pendamping Nasional Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu (14/12/2025).

Rapat tersebut diikuti secara virtual oleh para bupati dan wali kota dari daerah terdampak banjir di Aceh.

“Kita ingin permudah distribusi, terutama ke daerah dan pelosok yang belum menerima sembako,” tegas Fadhlullah.

Ia menyebut sejumlah wilayah yang masih membutuhkan percepatan distribusi bantuan, di antaranya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Utara, serta wilayah pedalaman Aceh Timur. Fadhlullah meminta masukan dari daerah agar ketersediaan logistik di Lhokseumawe bisa segera didorong ke wilayah-wilayah tersebut.

Baca Juga :  Mualem Boyong 120 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Suzuya Lhokseumawe

Secara khusus, Wagub menekankan agar tidak ada lagi bantuan yang ditumpuk atau ditahan.

Pemerintah Aceh juga menyiagakan helikopter untuk menyalurkan bantuan melalui udara ke wilayah yang terisolir. Fadhlullah menegaskan tidak boleh ada warga yang luput dari bantuan, terutama di daerah yang terputus akses darat.

Baca Juga :  Ketua PKK Aceh Kunjungi Dapur MBG di Banda Aceh, Suapi Balita dan Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat

“Masyarakat di wilayah terisolir jangan lagi ada yang tidak dapat bantuan,” kata dia.

Dalam rapat tersebut, para kepala daerah menyampaikan kondisi terkini di lapangan. Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, melaporkan bahwa enam kecamatan di wilayahnya masih terkurung dan belum bisa dilewati oleh jalur darat.

“Enam kecamatan masih terkurung. Bantuan hanya bisa masuk lewat udara. Tapi kami masih kuat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Timur menyampaikan kebutuhan mendesak bagi pengungsi, mulai dari tenda ukuran 4×6 meter, tandon air, kelambu, hingga matras. Ia juga menyebut masih banyak warga yang terpaksa tidur di pinggir jalan akibat banjir.

Baca Juga :  Mualem Ingatkan Pemilihan Ketua dalam Musda Pramuka Kwarda Aceh harus Sesuai Aturan 

Selain itu, Aceh Timur membutuhkan genset dan perangkat komunikasi satelit seperti Starlink agar kepala daerah dapat berkomunikasi dengan seluruh kecamatan yang terdampak.

Rapat tersebut menegaskan fokus Pemerintah Aceh pada percepatan distribusi, pemerataan bantuan, serta penanganan wilayah-wilayah yang hingga kini masih terisolasi akibat bencana banjir. []

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pj Gubernur Aceh Saksikan Warga Australia Masuk Islam di Masjid Raya

Pemerintah Aceh

Wamen Fahri Hamzah: Pengalaman Aceh Bisa Jadi Contoh Nasional Pembangunan Perumahan

Berita

Kak Na: Seluruh Kader TP PKK Aceh Siap Berkolaborasi Salurkan Kaki Palsu

Berita

Wagub Apresiasi Dukungan PWI dan BSI bagi Upaya Pengembangan UMKM Aceh

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Apresiasi Dukungan Menteri ESDM, Kewenangan Migas di Laut Sejauh 12-200 Mil Kini Terbuka untuk Aceh

Pemerintah Aceh

Akhiri Bulan Ramadhan, Wagub Aceh dan Mendagri Salat Jumat di Masjid Darussalam Kawasan Huntara Aceh Tamiang

Nasional

Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh dan Kementerian HAM Teken Nota Kesepakatan Penguatan Reintegrasi dan HAM