Aceh Singkil – Puluhan emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Singkil mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi ini dilakukan untuk menagih janji Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, terkait penyaluran jatah hidup (Jadup) bagi warga terdampak banjir.
Seorang warga Desa Teluk Rumbia yang turut dalam aksi tersebut menegaskan agar bupati bertanggung jawab atas janji yang pernah diucapkan. Ia menyebutkan bahwa bupati sempat berjanji akan mengupayakan bantuan tersebut paling lambat dalam tiga bulan. Namun, hingga batas waktu berakhir, janji tersebut belum juga terealisasi. Kedatangan warga sejak pagi hari itu bertujuan untuk mendapatkan kepastian jadwal penyaluran Jadup tahap kedua.
Akan tetapi, kedatangan massa tidak disambut langsung oleh Bupati Safriadi Oyon. Mereka hanya ditanggapi oleh Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, serta Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi.
Dalam kesempatan itu, Ali Hasmi meminta masyarakat untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) Pusat. Dari hasil koordinasi tersebut, wilayah Aceh Singkil berada di urutan ke-10 dalam daftar penyaluran, walau jadwal pasti pendistribusiannya belum dapat dipastikan.
Penjelasan dari pihak dinas sosial tersebut tidak memuaskan warga. Massa menyampaikan bahwa mereka tidak hanya ingin mengetahui status bantuan, tetapi menuntut kepastian atas janji pemerintah. Bagi masyarakat terdampak, bantuan Jadup sangat krusial sebagai penopang ekonomi keluarga pascabencana.
Warga sempat bertahan di halaman kantor bupati hingga sekitar pukul 14.00 WIB dan menolak pulang sebelum bertemu langsung dengan Safriadi Oyon. Massa akhirnya bersedia membubarkan diri secara tertib setelah mendapat penjelasan tambahan dari Kepala Satpol PP Aceh Singkil, Aprijal.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









