Home / Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 12:15 WIB

Warga Singkil Tuntut Realisasi Bantuan Jadup Banjir ke Bupati

REDAKSI

Puluhan warga, didominasi emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Singkil, mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil Selasa 8/9/2026 pukul 09.00 WIB.

Puluhan warga, didominasi emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Singkil, mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil Selasa 8/9/2026 pukul 09.00 WIB.

Aceh Singkil – Puluhan emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Singkil mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi ini dilakukan untuk menagih janji Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, terkait penyaluran jatah hidup (Jadup) bagi warga terdampak banjir.

Seorang warga Desa Teluk Rumbia yang turut dalam aksi tersebut menegaskan agar bupati bertanggung jawab atas janji yang pernah diucapkan. Ia menyebutkan bahwa bupati sempat berjanji akan mengupayakan bantuan tersebut paling lambat dalam tiga bulan. Namun, hingga batas waktu berakhir, janji tersebut belum juga terealisasi. Kedatangan warga sejak pagi hari itu bertujuan untuk mendapatkan kepastian jadwal penyaluran Jadup tahap kedua.

Baca Juga :  Syech Muharram: Semua Warga Aceh Besar Memiliki Hak dan Tanggung Jawab yang Sama

Akan tetapi, kedatangan massa tidak disambut langsung oleh Bupati Safriadi Oyon. Mereka hanya ditanggapi oleh Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, serta Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi.

Baca Juga :  Gebrakan Besar! Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar, Dandim 0101/KBA Dampingi Kapolda Aceh dan Kasdam IM di Aceh Besar

Dalam kesempatan itu, Ali Hasmi meminta masyarakat untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) Pusat. Dari hasil koordinasi tersebut, wilayah Aceh Singkil berada di urutan ke-10 dalam daftar penyaluran, walau jadwal pasti pendistribusiannya belum dapat dipastikan.

Penjelasan dari pihak dinas sosial tersebut tidak memuaskan warga. Massa menyampaikan bahwa mereka tidak hanya ingin mengetahui status bantuan, tetapi menuntut kepastian atas janji pemerintah. Bagi masyarakat terdampak, bantuan Jadup sangat krusial sebagai penopang ekonomi keluarga pascabencana.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Beton di Lawe Sikap 1 Aceh Tenggara Masuki Tahap Pemasangan Besi Penahan

Warga sempat bertahan di halaman kantor bupati hingga sekitar pukul 14.00 WIB dan menolak pulang sebelum bertemu langsung dengan Safriadi Oyon. Massa akhirnya bersedia membubarkan diri secara tertib setelah mendapat penjelasan tambahan dari Kepala Satpol PP Aceh Singkil, Aprijal.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Bangkit dari Lumpur Banjir: Kolaborasi Lazisnu dan Indomaret Pulihkan Dayah di Aceh Tamiang

Daerah

DPRA Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan TPPO  

Daerah

Capai 80 Persen, Prajurit TNI dan Kementerian PU Kebut Pembangunan Jembatan Bailey Kuta Blang

Daerah

Seluruh Fraksi DPRK Aceh Besar Sepakat Raqan RPJMD Tahun 2025-2029 Ditetapkan Jadi Qanun

Daerah

Tim Trauma Healing Polri Beri Dukungan Psikososial bagi Korban Banjir di Aceh Tamiang

Daerah

Kodim 0108/Agara terus kebut pembangunan jembatan Gantung di Ds. Kumbang Jaya, Aceh Tenggara

Daerah

Kodim 0108/Agara dan Masyarakat terus Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Ds. Kumbang Jaya, Aceh Tenggara

Daerah

Wakil Gubernur Aceh Buka Pekan Kebudayaan Aceh Barat 2025