Home / Aceh / Daerah

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:36 WIB

Bank Indonesia Aceh Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Bireuen

REDAKSI

"Bank Indonesia Provinsi Aceh menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen

Banda Aceh – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Aceh kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pada Kamis, 11 Desember 2025, Bank Indonesia Aceh menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, tepatnya di dua lokasi yakni Gampong (Desa) Tingkeum Manyang dan Gampong Kulu.

Penyaluran bantuan ini merupakan titik keempat dari rangkaian pendistribusian bantuan Bank Indonesia kepada masyarakat korban bencana di Aceh. Sebelumnya, Bank Indonesia telah menyalurkan bantuan ke wilayah Aceh Tengah (Rembele/Takengon), Meureudu Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe, termasuk melalui berbagai moda transportasi, baik darat, laut, dan udara, sesuai kondisi akses di lokasi terdampak.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Konservasi Gajah di Aceh Tengah, Mualem Komitmen Atasi Konflik Manusia-Satwa Liar 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengungkapkan bahwa bantuan logistik yang disalurkan kali ini merupakan hasil penghimpunan donasi dari seluruh insan Bank Indonesia se-Nusantara — tidak hanya dari pegawai di Aceh, tetapi juga dari Kantor Pusat, para pensiunan, dan mitra kerja Bank Indonesia di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, kami dapat menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dasar masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas Bank Indonesia kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” ujar Hertha.

Baca Juga :  Isi Kuliah Umum di UTU, Kapolda Ajak Mahasiswa Wujudkan Aceh Meutuah dan Green Policing

Bantuan yang disampaikan antara lain: beras sebanyak satu ton sebagai kebutuhan pokok pangan; air mineral dan mie instan; perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas spiritual masyarakat di masa pemulihan; serta paket bantuan lainnya yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian.

Hertha Bastiawan menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi bersama pemerintah daerah dan keuchik (Kepala Desa) setempat,

memprioritaskan distribusi kepada warga yang paling membutuhkan di titik-titik terdampak. Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia masih membuka peluang untuk penyaluran donasi tambahan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan.

Baca Juga :  Kapolda Sebrangi Sungai Tingkeum untuk Tembus ke Aceh Utara, Sempat Temui Warga yang Tertahan di Kutablang

“Kami sangat berempati atas kondisi yang dihadapi masyarakat korban banjir dan longsor. Harapan kami, semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan membawa harapan baru di tengah proses pemulihan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus bersabar dan tetap saling mendukung,” tambah Hertha.

Bank Indonesia Aceh menyatakan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan, tetapi juga dalam mendukung pemulihan ekonomi dan layanan sistem pembayaran di wilayah-wilayah terdampak bencana. Kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca bencana di Aceh.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Aceh Letakkan Batu Pertama Masjid Baitut Taqwa di Aceh Utara

Daerah

Wali Nanggroe Minta Kabupaten/Kota Utamakan Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang

Aceh

Muhammad Jafar, Pahlawan Sunyi yang Selamatkan Lebih 100 Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

Daerah

Kak Na Temui Warga di Pengungsian Gampong Matang Kareung

Daerah

Kunjungi RSBM, Kak Na Belajar Membaca dan Menulis Qur’an Braille

Aceh

Sekda Aceh: Rakor dan Pameran Kriya Dekranasda Momentum Memperkuat Kerja Sama dan Pengembangan Kerajinan

Daerah

Aptrindo Aceh Protes Larangan Truk Tronton di Jembatan Bailey Kuta Blang

Aceh

VKN LAN 2025 Angkatan XXIV: Bangun Desa untuk Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan