Home / Parlementarial / Peristiwa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:26 WIB

Ketua Komisi VI DPRA Desak Investigasi Tuntas Ledakan KMP Aceh Hebat 2

REDAKSI

Ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 di Ulee Lheue melukai 14 orang, kebanyakan taruna Poltekpel. DPRA desak perawatan korban maksimal & investigasi tuntas penyebab kecelakaan, Sabtu 13/06/2026.

Ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 di Ulee Lheue melukai 14 orang, kebanyakan taruna Poltekpel. DPRA desak perawatan korban maksimal & investigasi tuntas penyebab kecelakaan, Sabtu 13/06/2026.

Banda Aceh — Insiden tragis yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, memantik reaksi keras dari parlemen. Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurdiansyah Alasta, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa meledaknya ruang mesin kapal tersebut yang mengakibatkan belasan korban luka-luka.

Politisi senior ini mendesak agar seluruh pihak terkait bergerak cepat memberikan penanganan medis yang optimal serta mengusut tuntas akar penyebab kecelakaan.

Nurdiansyah menegaskan bahwa fokus paling mendesak saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan perawatan dan fasilitas pengobatan secara maksimal tanpa ada hambatan apa pun.

Baca Juga :  Pertemuan Anggota DPRA bunda Salma dengan Mentri Agama RI,Dorong Syariat Islam di Aceh

“Keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama. Kami meminta pihak terkait memastikan seluruh korban ditangani dengan fasilitas medis terbaik hingga mereka benar-benar pulih,” ujar Nurdiansyah Alasta dalam keterangannya kepada media.

Selain penanganan korban, Ketua Komisi VI DPRA ini juga meminta dinas terkait untuk segera menegur dan mengingatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola armada. Ia menekankan pentingnya mengevaluasi total aspek keselamatan operasional agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Sebab di balik ledakan tersebut dinilai harus diungkap secara transparan. Nurdiansyah mendesak otoritas berwenang untuk melakukan investigasi komprehensif pada sistem mekanis dan perawatan kapal milik Pemerintah Aceh tersebut.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Masjid Agung Alfalah Sigli: Tgk Amri Abdullah Wafat dalam Posisi Sujud Usai Menjadi Khatib

“Kami meminta pihak berwenang melakukan investigasi secara menyeluruh atas kejadian tersebut,” katanya tegas. Menurutnya, hasil investigasi ini sangat penting sebagai pijakan untuk mengambil langkah-langkah perbaikan (prosedur keselamatan) ke depan demi menjamin rasa aman masyarakat pengguna jasa penyeberangan laut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun sebelumnya, ledakan hebat yang disertai kebakaran melanda area kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat, 12 Juni 2026. Insiden tersebut terjadi saat kapal penyeberangan itu tengah bersandar di dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Kapten KN SAR Kresna, Supriadi, mengonfirmasi bahwa dampak ledakan tersebut cukup fatal bagi kru yang berada di area sekitar mesin.

Baca Juga :  Anggota DPRK Banda Aceh Minta Penataan Kembali Aset Pemko

“Korban terbakar berjumlah sekitar 14 orang. Mayoritas adalah taruna Poltekpel (Politeknik Pelayaran) yang kebetulan sedang melaksanakan praktik di atas kapal,” jelas Supriadi.

Pasca-kejadian, tim penyelamat gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi. Seluruh korban yang menderita luka bakar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Hingga berita ini diturunkan, otoritas pelabuhan bersama pihak kepolisian masih melakukan sterilisasi di area kejadian guna mendukung proses penyelidikan lanjutan. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Ingatkan Pemuda Waspada LGBT, Soroti 909 Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma Apresiasi Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Parlementarial

DPRK Banda Aceh dan Pemko Sepakat Menata Taman Sari dan Putroe Phang, Untuk Ruang Keluarga

Peristiwa

Truk Tabrak Tiang Kampus dan Telekomunikasi di Aceh Tamiang, Arus Lalu Lintas Tetap Normal

Aceh Barat

PT MIFA Harus Hentikan Kegaduhan, Laporkan Bupati Sama Saja Menantang Rasa Keadilan Rakyat

Peristiwa

Mahasiswi asal Abdya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Darussalam Aceh Besar

Parlementarial

DORONG PEREMPUAN BERDAYA, WAKIL KETUA II DPRK BANDA ACEH, DR. MUSRIADI, TUTUP PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN

Peristiwa

Gempa M 7,7 Nagekeo: BNPB Catat 20 Orang Tewas dan 21.952 Warga Mengungsi