BANDA ACEH — Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Pemerintah Aceh untuk menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBA Perubahan 2026. Penambahan anggaran tersebut dinilai krusial guna mengantisipasi potensi bencana alam, terutama menjelang tingginya curah hujan.
Koordinator MaTA, Alfian, mengungkapkan bahwa sejumlah kawasan seperti Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah masih tergolong rawan bencana. Menurutnya, potensi bencana banjir merupakan peristiwa berulang yang memerlukan alokasi anggaran siap pakai dari pemerintah, terlebih periode September hingga Januari telah memasuki musim hujan.
Alfian juga menyoroti alokasi BTT pada anggaran 2025 yang hanya mencapai Rp 3,11 miliar. Ia menekankan agar porsi BTT pada perubahan anggaran kali ini benar-benar diprioritaskan untuk membantu masyarakat terdampak, bukan justru terserap untuk kebutuhan operasional pemerintah.
Gambaran Struktur APBA 2026
Sebagai pembanding, Pemerintah Aceh sebelumnya telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 12.233.266.574.973 pada pertengahan Februari lalu.
Struktur APBA 2026 mencakup:
- Pendapatan Aceh: Rp 11.682.353.912.048
- Belanja Aceh: Rp 10.776.703.271.580
- Surplus Anggaran: Rp 905.650.640.468
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









