Home / Berita

Minggu, 6 September 2026 - 14:40 WIB

SMSI Aceh Gelar Pelatihan AI untuk Wartawan, Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu Jurnalistik

REDAKSI

SMSI Aceh bersama Pemerintah Aceh menggelar pelatihan

SMSI Aceh bersama Pemerintah Aceh menggelar pelatihan "Transformasi Media Siber Berbasis AI" di Hotel Amel Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).

BANDA ACEH — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Aceh menggelar pelatihan bertajuk “Transformasi Media Siber Berbasis AI Menuju Organisasi Profesional, Adaptif dan Kolaboratif” di Ballroom Hotel Amel, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong insan pers di Aceh agar mampu beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa mengesampingkan peran utama jurnalis.

Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yakni Ketua SMSI Pusat Firdaus, perwakilan Google Ilona, serta dua jurnalis senior Aceh, Maskur Abdullah dan Ramadhan. Pelatihan ini diikuti oleh para pewarta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Baca Juga :  Soal Penundaan Pelantikan Kepala Daerah, Ini Respon Ketua KIP Aceh

Ketua SMSI Aceh, Aldin Nainggolan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Aceh. Ia menilai pemanfaatan AI merupakan peluang bagi wartawan untuk mengoptimalkan produktivitas serta mutu karya jurnalistik. Senada dengan hal itu, Ketua Panitia Muhammad Saman menjelaskan bahwa teknologi digital telah menggeser pola masyarakat dalam mengakses informasi. Pemanfaatan AI dapat membantu berbagai tahap kerja jurnalistik, seperti pengolahan bahan bacaan hingga pembuatan konten visual dan video.

Meski begitu, Muhammad Saman mengingatkan agar teknologi tidak menggantikan peran manusia. Menurutnya, jurnalis wajib mempertahankan daya kritis, melakukan verifikasi, dan bertanggung jawab penuh atas informasi yang disajikan.

Baca Juga :  Ambulans Udara Disiagakan untuk Situasi Genting saat Arus Mudik di Tol Trans Jawa

“Manusia yang menciptakan AI, jangan sampai justru kita yang dimakan AI,” tegas Saman.

Ketua SMSI Pusat, Firdaus, turut menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dipakai untuk memperkuat kapasitas media siber. Ia juga menyinggung pentingnya fungsi kritik media kepada pemerintah maupun instansi lain sebagai bentuk dorongan perbaikan.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Aceh. Mewakili Plt Sekda Aceh, Staf Ahli Dr. Husnan menyatakan bahwa kecanggihan teknologi tetap harus berpedoman pada etika dan norma jurnalistik. Ia optimistis penggunaan AI yang tepat dapat meningkatkan kapasitas insan pers di tengah arus informasi yang serba cepat.

Baca Juga :  Momentum Ramadan, PWI Aceh Besar Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Sebagai penutup, dua jurnalis senior Aceh, Maskur Abdullah dan Ramadhan, berpesan agar wartawan tidak bergantung sepenuhnya pada AI. Keduanya mengingatkan bahwa AI sebatas alat bantu, sementara proses menggali data, membaca, dan verifikasi tetap menjadi tugas mendasar seorang jurnalis.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Manfaatkan Dana Desa, Gampong Lam Rukam Bangun Sarana Olahraga

Berita

Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Setiap Dapur Dikawal Ahli Gizi dan Akuntan

Berita

BSI Dukung Penegakan Hukum Terhadap Oknum Pegawai

Berita

Dinas Pendidikan Aceh Tegaskan Komitmen Wujudkan Pembelajaran Bermutu Lewat Deep Learning dan Super Apps

Berita

OC dan SC Musda III SPS Aceh Resmi Terbentuk, Persiapan Musyawarah Daerah Mulai Dimatangkan

Berita

Polresta Banda Aceh Musnahkan 3,7 Kg Sabu

Berita

Komisi I DPRA Soroti Desa Terisolir di Aceh Utara Pasca Bencana

Berita

Bunda PAUD Aceh Sosialisasikan Pola Makan Sehat B2SA di Aceh Selatan