SUBULUSSALAM — Fatha Sururi resmi menjadi wakil Provinsi Aceh pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional 2026 untuk cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Keberhasilan putra Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Subulussalam, Abu H Qaharuddin Kombih, MAg, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Subulussalam.
Perjalanan Fatha menuju ajang nasional dimulai dari tingkat Kecamatan Simpang Kiri hingga berhasil meraih Juara I pada MTQ IX Kota Subulussalam di Kecamatan Longkib tahun 2025. Tren positif tersebut berlanjut pada MTQ XXXVII tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya, di mana Fatha kembali merebut Juara I mengungguli peserta dari kabupaten/kota lain. Setelah melewati tahapan seleksi ketat di antara tiga peserta terbaik se-Aceh, Fatha resmi ditetapkan sebagai utusan tunggal Aceh untuk berkompetisi di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Subulussalam, Jaminuddin B, SPdI, MSi, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini lahir dari proses pembinaan yang intensif dan berkelanjutan di bawah bimbingan Wakil Ketua LPTQ Subulussalam Dr Musriaparto, SPdI, MM, serta Ustaz Junaidi, MA.
“Ini kebanggaan kita bersama. Fatha membuktikan bahwa anak-anak Subulussalam memiliki kemampuan untuk bersaing hingga tingkat nasional,” ujar Jaminuddin, Minggu (6/9/2026).
Jaminuddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap jajaran LPTQ di semua tingkatan, para pembina, perangkat daerah, DPRK, serta pimpinan daerah Kota Subulussalam atas dukungan yang diberikan sejak tingkat kecamatan. Ia berharap ke depan ajang MTQ dapat diselenggarakan mulai dari tingkat kampong agar syiar dan pembinaan Al-Qur’an semakin mengakar.
Menjelang keberangkatan Fatha ke ajang nasional, Jaminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Subulussalam dan Aceh Singkil, untuk memberikan doa dan dukungan moral.
“Mohon doa tulus dari seluruh masyarakat. Semoga Fatha Sururi mampu mengharumkan nama Kota Subulussalam dan Aceh di kancah nasional serta menjadi inspirasi bagi generasi Qur’ani berikutnya,” pungkasnya.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









