Home / Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 10:46 WIB

Pemulihan Pascabencana Lambat, Pemprov Aceh Akui Butuh Kolaborasi untuk Rehabilitasi

REDAKSI

Pemerintah Aceh mengakui tidak mampu berjalan sendiri dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis November 2025.

Pemerintah Aceh mengakui tidak mampu berjalan sendiri dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis November 2025.

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mengakui tidak mampu berjalan sendiri dalam melaksanakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Tanah Rencong pascabencana ekologis pada November 2025. Keterbatasan informasi lapangan membuat pemerintah terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufiq, saat menemui massa mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis, 10 September 2026.

Baca Juga :  Satpol PP dan WH Aceh Besar Gelar Patroli Ketertiban Umum di Lambaro

“Karena kita sadari Pemerintah Aceh sendiri tidak mampu melaksanakan ini,” kata Taufiq.

Langkah Strategis Pemerintah Aceh:

  • Konsolidasi Lintas Pemerintahan: Pemerintah Aceh telah menggelar pertemuan dengan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk memperkuat komunikasi bersama pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat.
  • Pembukaan Posko Informasi: Pemerintah membuka posko khusus untuk mengatasi kekurangan informasi valid mengenai kondisi masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah.
  • Jangkauan Luas hingga Pelosok: Pemerintah berupaya menjangkau seluruh lini dan pelosok daerah agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi dengan baik.
  • Penanganan Lintas Sektor: Seluruh SKPA telah diarahkan bergerak melalui sektor masing-masing secara bersamaan, mencakup bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sektor lainnya tanpa tebang pilih.
  • Ajak Mahasiswa Mengawal: Taufiq turut mengajak mahasiswa untuk ikut membangun komunikasi bersama pemerintah dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca Juga :  Anggota DPRA Bunda Salma Apresiasi Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Pengakuan Progres yang Lambat

Terkait tuntutan mahasiswa mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Taufiq secara terbuka mengakui bahwa progres pemulihan pascabencana di Aceh saat ini masih berjalan lambat.

Baca Juga :  DPRA Soroti Lambannya Pemulihan Pascabencana, Armiyadi: Rakyat Butuh Kepastian

“Terhadap apa yang disampaikan (massa mahasiswa) tadi kami menyadari bahwa sampai saat ini, Aceh dalam pemulihan pascabencana masih sangat lambat progres yang diterima oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Aceh bersama berbagai pihak berkomitmen untuk terus mendorong agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan mencakup seluruh sektor kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Buka RAKERDA I DPD IWAPI, Plt Sekda: Perempuan Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Aceh

Pemerintah

Ruko Terbakar di Aceh Besar, Pemkab Salurkan Bantuan Masa Panik

Daerah

Paripurna DPRA Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

Pemerintah

Pj Gubernur Safrizal: Membuka Lapangan Kerja, Aceh Beri Karpet Merah untuk Investor

Pemerintah

Satpol PP Tertibkan 15 Kios Liar di Depan Pasar Inpres Lhokseumawe

Pemerintah

Pemerintah Siapkan Rp100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemerintah

Finalis Duta Wisata Aceh Besar 2025 Ikuti Pelatihan Konten Kreator dalam Kegiatan Pra Karantina

Pemerintah

Banggar DPRK Banda Aceh Soroti Ketergantungan Fiskal dan Infrastruktur dalam R-KUA-PPAS APBK 2027