ACEH UTARA — Sebanyak delapan titik di wilayah pedalaman Aceh Utara hingga kini belum tersentuh layanan jaringan internet atau blankspot. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur serta belum tersedianya menara Base Transceiver Station (BTS) yang cukup dekat untuk menjangkau area-area terpencil tersebut.
Kepala Bidang E-Government Diskominfo Aceh Utara, Nanda Imanda, menjelaskan bahwa kondisi geografis dan topografi diduga menghalangi penyebaran gelombang radio dari menara pemancar. Kedelapan titik wilayah blankspot tersebut tersebar di Kecamatan Langkahan, Kuta Makmur, Banda Baro, Tanah Luas, Geureudong Pase, Nisam Antara, Sawang, dan Cot Girek.
Faktor Penyebab Jaringan Belum Masuk
- Nilai Keekonomian Rendah: Pertimbangan komersial operator berupa kepadatan penduduk yang rendah di pedalaman membuat operator seluler cenderung lambat berinvestasi secara mandiri karena dinilai kurang menguntungkan.
- Kendala Kelistrikan: Beberapa wilayah pedalaman masih kerap menghadapi pemadaman listrik. Matinya arus listrik secara otomatis ikut memutus daya pada perangkat pemancar sinyal di sekitarnya.
Langkah Strategis Pemerintah Daerah
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus bekerja sama dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Diskominfo Aceh Utara aktif menyurati Kemkomdigi guna meminta alokasi pembangunan menara BTS di kawasan pedalaman.
Sebagai solusi sementara, pemerintah memanfaatkan teknologi satelit bantuan VSAT dari Kemkomdigi yang telah tersebar di berbagai titik guna memaksimalkan akses internet menggunakan kapasitas Satelit SATRIA-1.
Selain itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil (Ayah Wa) sebelumnya telah berkoordinasi langsung dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Dalam pertemuan tersebut, Bupati meminta dukungan Kemkomdigi untuk memperkuat digital Public Infrastructure, meningkatkan interoperabilitas sistem antarlembaga, serta mendorong pemanfaatan Identitas Digital demi menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efektif, dan inklusif.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









