Home / Hukum

Rabu, 16 September 2026 - 16:24 WIB

Ketua PT Banda Aceh Tekankan Pentingnya Pelayanan Peradilan Inklusif bagi Difabel

REDAKSI

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Sutio Jumagi Akhirno tekankan pelayanan peradilan inklusif dan setara bagi penyandang difabel di seluruh pengadilan se-Aceh.

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Sutio Jumagi Akhirno tekankan pelayanan peradilan inklusif dan setara bagi penyandang difabel di seluruh pengadilan se-Aceh.

BANDA ACEH — Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Sutio Jumagi Akhirno, meminta seluruh aparatur pengadilan se-Aceh memastikan pelayanan peradilan diberikan secara inklusif dan setara, termasuk kepada penyandang difabel. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Kinerja Agustus 2026 sekaligus Sosialisasi Peradilan Inklusi di Aula Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Rabu, 16 September 2026.

Baca Juga :  Kejari Aceh Barat Terima Pelimpahan Kasus Penggelapan Pajak Kendaraan Rp311,39 Juta

Poin Penting Pengawasan dan Pelayanan:

  • Pengawasan Hatiwasda: Para Hakim Tinggi yang bertugas sebagai Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda) diminta untuk mengawasi penerapan pelayanan inklusif di setiap Pengadilan Negeri.
  • Penggunaan Istilah yang Tepat: Sutio menekankan agar seluruh pengadilan memperhatikan penyebutan istilah bagi kelompok difabel untuk menghindari ketersinggungan.

“Mereka kaum difabel, tidak suka disebut penyandang disabilitas, apalagi jika disebut penyandang cacat. Ini bisa membuat mereka tersinggung. Saya minta semua kata-kata penyandang cacat di seluruh pengadilan di Aceh agar diubah menjadi penyandang difabel,” tegasnya.

  • Kesetaraan dan Kompetensi: Kelompok difabel harus diperlakukan secara setara mengingat banyak di antara mereka yang memiliki pendidikan tinggi serta kompetensi akademik mumpuni. Aparatur pengadilan juga diminta memahami kebutuhan akses dan pelayanan mereka.
  • Pelatihan Bahasa Isyarat: Pengadilan Tinggi Banda Aceh secara rutin mengadakan pelatihan bahasa isyarat bagi petugas Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan pola serupa diminta untuk diterapkan di seluruh Pengadilan Negeri di Aceh demi memudahkan komunikasi dasar.
Baca Juga :  Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian

Penulis: Hidayat. S

Baca Juga :  Rellease resmi PD IWO Aceh Selatan Terkait Insiden Pemerasan yang dilakukan oleh Oknum LSM dan Pimred salah satu media online

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Hukum

Koalisi NGO HAM Pendampingi Warga Tanah Tumbuh dan Kuala Keupeng Perjuangkan Hak Lahan

Hukum

Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk WNA China Terduga Pelaku Pencurian di Pesawat Starlux

Berita

Polda Aceh dan BNN Dorong Kawasan Rawan Tanaman Terlarang di Aceh Besar Beralih ke Ekonomi Produktif

Hukum

Warga Sebut Pembebasan Lahan Akses RSUDZA Tak Transparan dan Konsultasi Publik Sekadar Formalitas

Hukum

Tersangka Pengrusakan dan Pembakaran Fakultas Pertanian USK Menjadi 12 Orang, Begini Kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh

Hukum

10 Galian C di Lhokseumawe Bermasalah, Baru Satu Urus Izin

Hukum

Polsek Baiturrahman Fasilitasi Perdamaian Kasus Pencurian di RS Harapan Bunda

Hukum

Kejati DKJ Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Kementerian PU, Kerugian Negara Capai Rp16 Miliar