Home / Peristiwa

Senin, 28 September 2026 - 10:49 WIB

Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal Dunia, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

REDAKSI

Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran Poltekpel Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla 18 tahun meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh Minggu 27 September 2026 sore.

Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran Poltekpel Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla 18 tahun meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh Minggu 27 September 2026 sore.

ACEH BESAR – Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026) sore.

Mahasiswa program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe tersebut sebelumnya mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit setelah muncul ruam kemerahan di sekujur tubuhnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal terkait peristiwa meninggalnya mahasiswa tersebut.

Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA.

“Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya mengalami demam dan nyeri tenggorokan, kemudian menjalani perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh sebelum dirujuk ke RSUDZA,” demikian kata Kompol Dizha.

Demam Tinggi Sebelum Dirujuk ke RSUDZA

Berdasarkan kronologi yang dihimpun oleh pihak Kepolisian, korban mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu (26/9/2026), sekitar pukul 16.21 WIB.

Baca Juga :  PT MIFA Harus Hentikan Kegaduhan, Laporkan Bupati Sama Saja Menantang Rasa Keadilan Rakyat

Saat itu, korban yang sedang mengikuti pendidikan D-III Studi Nautika mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan.

Dokter klinik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tanda-tanda vital korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat Celsius, sebut Kasatreskrim.

Setelah pemeriksaan, lanjut Kompol Dizha, korban mendapatkan penanganan medis berupa pemasangan infus untuk membantu menurunkan demam serta pemberian obat minum guna mengurangi nyeri.

Namun, pada Minggu (27/9/2026), sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan pada tubuh korban, tambah Kompol Dizha lagi.

Kasatreskrim menjelaskan, Pihak medis kemudian melakukan observasi. Akan tetapi, ruam kemerahan tersebut dilaporkan semakin banyak. Sekitar pukul 12.13 WIB, korban akhirnya dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh dengan didampingi tim medis dari klinik Poltekpel Malahayati Aceh.

“ Setibanya di RSUDZA, korban mendapatkan penanganan medis. Namun, pada pukul 16.14 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Dizha.

Baca Juga :  Pencarian Warga Banda Aceh yang Tenggelam di Pantai Lhok Ketapang Belum Membuahkan Hasil

Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA.

Korban telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum serta CT scan jenazah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk memeriksa adanya memar atau ruam kemerahan, kata Kasatreskrim.

Namun, pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena pihak keluarga tidak memberikan izin.

“ Berdasarkan keterangan dokter forensik, dr Taufik, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” tutur Kompol Dizha.

Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensic, sambungnya.

Pihak keluarga disebut dapat menerima penjelasan awal dari dokter forensik, tetapi tetap menunggu hasil visum et repertum dan CT scan.

Hasil visum et repertum diperkirakan baru keluar sekitar tujuh hari, sedangkan hasil CT scan diperkirakan dapat diketahui pada Senin (28/9/2026).

Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, menyebutkan penyelidikan akan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Cot Girek Aceh Utara: 12 Rumah dan Fasilitas Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa

Polisi berencana berkoordinasi dengan pihak RSUDZA terkait hasil pemeriksaan forensik dan CT scan jenazah.

Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh serta sejumlah saksi, termasuk pihak yang mengetahui kondisi korban sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“ Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia” katanya.

Sebelumnya, korban diketahui tinggal di Asrama Cut Nyak Dhien, kamar C-201, Poltekpel Malahayati Aceh, bersama lima mahasiswa lainnya diantaranya Faizan Wahid Surahman Simanjuntak, Khairul Hartanwi, Dimas Syahputra, Putra Joshua Lubis dan Ghazi Rabbani Hibatullah Prabu.

Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dikebumikan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan CT scan dari RSUDZA.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Taqwaddin Husin dan Teuku Alvisyahrin Presentasi di Jepang tentang Peran Internasional dalam Menolong Korban Tsunami Aceh

Peristiwa

Rumah Warga Lhoksukon Aceh Utara Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Berita

Kapolresta Banda Aceh Pimpin Razia, 30 Sepmor dan 10 Botol Miras Diamankan

Peristiwa

Tabrak Lari Maut di Aceh Besar Korban Tewas di Tempat dengan Kondisi Tragis

Peristiwa

Warga Lamteumen Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Krueng Barona Jaya Aceh Besar

Peristiwa

Angin Kencang Rusakkan 5 Rumah Dinas Aspol Polda Aceh di Lamteumen, Perbaikan Darurat Segera Dilakukan

Peristiwa

Kapal Kargo Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Operasi SAR Gabungan Dikerahkan

Berita

Wanita ODGJ di Syiah Kuala Ini Tinggal bersama Jasad Suaminya yang Telah Membusuk Beberapa Hari