Banda Aceh — Di tengah beratnya langkah Aceh bangkit dari dampak bencana banjir, nama Safrizal ZA kian menyita perhatian publik. Putra daerah yang kini mengemban posisi strategis di pemerintahan pusat tersebut dinilai menjadi sosok kunci dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Serambi Mekkah.
Apresiasi dan dukungan terhadap peran Safrizal mengemuka dalam forum diskusi santai bertajuk “Ngopi Sore Bersama DPR Aceh” yang digelar di Sekber Jurnalis, Kota Banda Aceh, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 jurnalis media cetak dan elektronik tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara insan pers dan jajaran legislatif. Sejumlah isu krusial hangat dibahas, mulai dari percepatan penanganan pascabencana hingga realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk menopang pemulihan ekonomi serta infrastruktur Aceh.
Ketua Fraksi Gerindra DPRA, Abdurrahman Ahmad, bersama Ketua Fraksi NasDem DPRA, Nurchalis, secara khusus menyoroti komitmen nyata Safrizal ZA. Bagi mereka, Safrizal bukan sekadar pejabat negara yang menjalankan tugas formal, melainkan figur lintas lembaga yang secara aktif memastikan koordinasi penanganan bencana di Aceh berjalan cepat dan tepat sasaran.
Suasana kebersamaan kian terasa lantaran forum ini dihadiri jajaran pimpinan dan wakil rakyat dari lintas kekuatan politik di DPRA. Wakil Ketua DPRA Saifuddin Muhammad (Yah Fud) dari Partai NasDem hadir langsung mendampingi para pimpinan fraksi.
Tampak hadir di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat Arif Fadillah beserta anggota fraksi Nurdiansyah Alasta; Ketua Fraksi Gerindra Abdurrahman Ahmad; Ketua Fraksi PPP-PAS Amiruddin Idris; Ketua Fraksi NasDem Nurchalis; Ketua Fraksi Golkar-PAN-PDA Muhammad Rizky; serta anggota Fraksi PAN Fuadri.
Kehadiran lintas fraksi ini menegaskan adanya kesatuan pandangan politik di parlemen Aceh untuk mengawal proses pemulihan daerah. Melalui diskusi yang mengalir tersebut, para wartawan memanfaatkannya untuk membedah berbagai persoalan mendesak yang tengah dihadapi masyarakat pascabencana.
Editor: Redaksi










