BANDA ACEH — Suasana duka dan kekhawatiran mendadak menyelimuti lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 4) Banda Aceh.
Sejumlah pelajar di sekolah tersebut dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan massal setelah menyantap hidangan yang disediakan melalui uji coba atau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden yang menyita perhatian publik ini terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Akibat kejadian tersebut, para siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan tidak biasa pasca-makanan dikonsumsi langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat guna mendapatkan penanganan intensif.
Saat ini, para korban tengah menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Kesehatan Kodam (Kesdam) Iskandar Muda, Banda Aceh.
Konfirmasi Resmi Dinas Pendidikan
Peristiwa memprihatinkan ini langsung memantik respons dari instansi terkait. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa para peserta didik di SMPN 4 Banda Aceh tersebut.
Kendati demikian, Sulaiman belum membeberkan secara rinci kronologi kejadian maupun jenis menu makanan yang dikonsumsi oleh para siswa. Ia mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak yang memiliki otoritas serta memegang tanggung jawab penuh atas teknis pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keterangan lebih lanjut mengenai insiden ini merupakan ranah dari Koordinator Wilayah (Korwil) Program MBG Kota Banda Aceh.
Tanggapan Pihak Pengelola Program MBG
Di sisi lain, Korwil Program MBG Kota Banda Aceh, Fahry, saat dimintai keterangan oleh media belum dapat memberikan penjelasan terbuka yang mendalam. Melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp, ia meminta waktu kepada publik dan awak media untuk merumuskan pernyataan resmi terlebih dahulu.
Fahry menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus menyusun laporan tertulis serta press release guna menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya agar informasi yang beredar tetap akurat dan berimbang.
“Salam. Mohon ditunggu, PR (press release) sedang saya buat. Terima Kasih,” ujar Fahry singkat lewat pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, para orang tua murid dan masyarakat luas masih menantikan transparansi dan penjelasan resmi dari pihak Korwil Program MBG Kota Banda Aceh serta hasil investigasi medis dari Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda terkait penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami oleh para siswa SMPN 4 Banda Aceh tersebut.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan









