Home / Ekbis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:19 WIB

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),Desak Pemerintah Pusat Percepat Alih Kelola Migas Aceh

REDAKSI

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan proses alih kelola beberapa blok migas di Aceh dari SKK Migas kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan proses alih kelola beberapa blok migas di Aceh dari SKK Migas kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Banda Aceh — Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan proses alih kelola beberapa blok migas di Aceh dari SKK Migas kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Ia menyebut keterlambatan ini sebagai bentuk pembegalan hak Aceh atas sumber daya alamnya sendiri.

“Ini bukan lagi soal administrasi yang terlambat. Ini sudah menyerupai pembegalan terhadap hak rakyat Aceh,” ujar Safaruddin dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu, 18 Juni 2025.

Safaruddin menyoroti beberapa wilayah kerja migas seperti Kuala Simpang Barat, Kuala Simpang Timur, dan Rantau Perlak yang masih dikelola oleh Pertamina EP di bawah kontrak dengan SKK Migas. Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015, wilayah kerja migas di Aceh semestinya dialihkan ke BPMA.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antara Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Akibat belum adanya alih kelola resmi, Pemerintah Aceh tidak memiliki akses langsung terhadap data dan transparansi pendapatan dari blok-blok tersebut. Safaruddin memperkirakan, produksi migas dari wilayah Aceh Tamiang saja mencapai 2.500 barel per hari, atau setara 900 ribu barel per tahun.

“Jika dikalikan dengan harga minyak dan pembagian pendapatan sesuai skema, Aceh seharusnya sudah menerima sekitar Rp4,78 triliun dari 2015 hingga 2025. Tapi hingga hari ini, kita tidak tahu persis berapa yang diterima,” kata Safaruddin.

Baca Juga :  Wamen Stella Christie Apresiasi Desa Nilam BSI sebagai Model Ekonomi Mandiri

Ia juga menyinggung proses alih kelola yang telah lama dibahas sejak adanya gugatan dari anggota DPRA Asrizal H. Asnawi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2021. Gugatan itu dicabut setelah semua pihak sepakat menjalankan Pasal 90 PP 23/2015. Namun menurut YARA, kesepakatan tersebut tidak dijalankan dengan serius.

Pada 26 Mei 2023, Menteri ESDM Arifin Tasrif sempat mengeluarkan surat pengalihan sebagian wilayah kerja Pertamina EP di Aceh kepada BPMA. Surat tersebut menjadi dasar penyusunan terms and conditions antara Pertamina, SKK Migas, dan BPMA, yang kemudian disetujui oleh Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, pada 30 Oktober 2024.

Baca Juga :  Saham PT Adhi Karya Melonjak Naik

“Seharusnya tinggal satu langkah lagi: Menteri ESDM tinggal keluarkan keputusan agar kontrak baru bisa diteken. Tapi sampai hari ini, belum ada tindak lanjut,” tegasnya.

YARA menilai sikap pasif dari Kementerian ESDM dan SKK Migas sebagai bentuk pengabaian terhadap amanat UU Pemerintahan Aceh. Safaruddin menambahkan, pola ini mirip dengan kasus pengambilalihan empat pulau Aceh oleh Sumut, yang baru diselesaikan setelah mendapat perhatian Presiden.

“Pemerintah pusat harus segera menuntaskan proses ini jika tidak ingin terus disebut merampas hak rakyat Aceh,” pungkasnya.

Editor: RedaksiSumber: https://Bisnisia.id

Share :

Baca Juga

Ekbis

Ketua Dekranasda Aceh Buka Pelatihan Personal dan Bisnis Branding bagi UMKM

Berita

Perkuat Transaksi Ritel UMKM, BSI Aceh Optimalkan Ekosistem Pasar

Berita

Akademisi USK: Kenaikan Pertamax Dipicu Geopolitik Global, Pemerintah Perlu Perkuat Transportasi Publik dan Dukung UMKM

Ekbis

Wakil Wali Kota Banda Aceh Tutup BSI Fest Ramadhan, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

Aceh Besar

Dekranasda Aceh Besar Genjot UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Nasional Lewat Batik, Songket dan Anyaman Bili

Ekbis

BSI Aceh Gelar Media Gathering Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Berita

Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Aceh Masih dalam Tahap Kajian

Ekbis

Bayang-Bayang Sentimen Global Masih Menerpa, Rupiah Pagi Ini Tertahan di Level Rp18.000-an