ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam, terutama banjir yang telah terjadi pada awal November. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) diminta menyiapkan strategi penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Rapat Kerja (Raker) yang dipimpin Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH dan seluruh SKPK di Aula Pocut Baren, Setdakab Aceh Barat, Senin (2/11/2026).
Tarmizi mengatakan, rapat tersebut membahas percepatan realisasi anggaran sekaligus kesiapan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana alam. Menurutnya, pengalaman banjir pada awal bulan yang telah merusak sejumlah infrastruktur harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran pemerintah.
“Karena ini baru awal bulan saja sudah satu hari banjir, tiba-tiba sudah ada infrastruktur yang rusak, kemudian di akhir bulan kami khawatir seperti kejadian tahun lalu sehingga kita harus menyusun langkah-langkah atau persiapan yang matang,” kata Tarmizi.
Ia menegaskan, kesiapan sejak dini sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta mengurangi kerugian dan dampak yang ditimbulkan bencana, terutama ketika curah hujan meningkat.
Menurut Tarmizi, pemerintah daerah sebelumnya telah menggelar apel siaga dan menyusun sejumlah langkah strategis. Dalam rapat tersebut, para camat diminta mempresentasikan kesiapan teknis di wilayah masing-masing agar penanganan bencana dapat berjalan terkoordinasi.
“Kalau apel siaga sudah dilakukan, langkah-langkah strategis juga sudah disusun kemudian hari ini dipresentasikan oleh Camat terkait teknis. Intinya masyarakat nanti tidak ada yang mengalami kendala pada saat musibah,” katanya.
Tarmizi juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar memastikan kesiapan di lapangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat apabila bencana kembali terjadi.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat Aceh Barat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir maupun bencana lainnya. Kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan menuntut masyarakat untuk terus memantau perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.
Penulis: Ikhwan
Editor: Dahlan









