Home / Ekonomi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:26 WIB

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Redaksi

Jeffrey Hendrik resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rapat direksi yang digelar Jumat lalu.(3/2/2026).

Jeffrey Hendrik resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rapat direksi yang digelar Jumat lalu.(3/2/2026).

Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (PJS) Direktur Utama BEI. Keputusan tersebut diambil dalam rapat direksi yang digelar pada Jumat lalu dan kini telah dipastikan berlaku secara resmi.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar, saat ditemui awak media di Press Room wartawan Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

“Sudah resmi, Pak Jeffrey. Diputuskan di Rapat Direksi hari Jumat lalu,” ujar Sunandar.

Menjaga Stabilitas dan Kelangsungan Kepemimpinan

Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai PJS Direktur Utama dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan roda organisasi BEI tetap berjalan optimal di tengah proses transisi kepemimpinan.

Baca Juga :  BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

BEI menilai penting adanya figur yang mampu menjaga stabilitas, melanjutkan program-program kerja, serta memastikan pelayanan dan operasional pasar modal tetap berjalan tanpa gangguan.

Jeffrey Hendrik dikenal sebagai salah satu pejabat senior di lingkungan BEI yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan bursa dan tata kelola pasar modal nasional.

Surat Pengangkatan Masih Menunggu Proses Administratif

Meski keputusan rapat direksi telah menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai PJS Direktur Utama, namun pengangkatan resminya secara administratif masih menunggu proses berikutnya.

Baca Juga :  Bank Aceh Syariah Salurkan KUR Rp1,5 Triliun untuk UMKM 2026

Sunandar menjelaskan bahwa surat resmi pengangkatan tersebut baru dapat diterbitkan setelah BEI menerima surat pengunduran diri dari Direktur Utama sebelumnya.

“Surat resminya mesti menunggu surat pengunduran diri dari Dirut sebelumnya,” tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa BEI tetap mengikuti prosedur dan mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku dalam setiap perubahan struktur kepemimpinan.

Perhatian Publik dan Pelaku Pasar Modal

Pergantian kepemimpinan di tubuh Bursa Efek Indonesia menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar, investor, serta masyarakat luas. BEI sebagai institusi utama pasar modal Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga kepercayaan publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

Penunjukan PJS Direktur Utama ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pasar serta memastikan bahwa seluruh agenda strategis BEI tetap berjalan sesuai rencana.

BEI Pastikan Operasional Tetap Normal

Di tengah dinamika perubahan jabatan, pihak BEI menegaskan bahwa seluruh aktivitas perdagangan, layanan kepada emiten, investor, dan stakeholder lainnya tetap berlangsung normal.

Dengan adanya penunjukan Jeffrey Hendrik, BEI optimistis proses transisi kepemimpinan dapat berjalan lancar dan profesional.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kinerja BSI Tumbuh Solid Awal 2026, Dukung UMKM hingga Program Pemerintah

Ekonomi

DPRK Dukung Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan terkait Optimalisasi PAD

Ekonomi

BI Perkuat Kredit Pangan, Jaga Harga Stabil Jelang Idulfitri

Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Turun ke US$4.723 per Troy Ons

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

Dana Pemerintah Mengendap Rp234 Triliun, Mintarsih: Kejiwaan Masyarakat Pasti Terdampak

Ekonomi

Rangkaian Milad ke-5, BSI Aceh Laksanakan Donor Darah di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang

Ekonomi

Verifikasi Langsung Penerima Bantuan RLH di Simeulue, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Semangat