Home / Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Syech Muharram: Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Harus Tunjukkan Manfaat Bagi Rakyat

REDAKSI

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram meminta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026 tidak sekadar seremonial, tetapi harus menunjukkan hasil dan manfaat perdamaian bagi masyarakat.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram meminta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026 tidak sekadar seremonial, tetapi harus menunjukkan hasil dan manfaat perdamaian bagi masyarakat.

Banda Aceh – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram meminta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus mampu menunjukkan hasil dan manfaat perdamaian bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Syech Muharram dalam Rapat Persiapan Hari Damai Aceh di Ruang Rapat Setda Aceh, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, didampingi Ketua BRA Jamaluddin dan sejumlah stakeholder terkait.

Menurut Syech Muharram, momentum 21 tahun perdamaian harus dimanfaatkan untuk mengingat kembali sejarah lahirnya perdamaian Aceh sekaligus menjelaskan kepada generasi muda mengapa perdamaian Aceh begitu penting.

“Perdamaian itu lahir dengan pengorbanan ratusan ribu jiwa akibat tsunami. Karena adanya tsunami maka lahirlah perdamaian. Ini perlu kita ingat supaya anak-anak kita tahu kenapa harus berdamai dan bagaimana perdamaian itu terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Suasana Rapat Persiapan Hari Damai Aceh ke-21 yang dihadiri sejumlah stakeholder terkait di Ruang Rapat Setda Aceh, Senin (10/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Besar mengusulkan agar para tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh ikut dihadirkan dalam rangkaian peringatan, termasuk Jusuf Kalla, Hamid Awaluddin, Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, hingga Susilo Bambang Yudhoyono serta perwakilan Crisis Management Initiative (CMI).

Syech Muharram juga mengusulkan agar video yang akan ditampilkan dalam kegiatan seremonial nantinya tidak hanya berisi program pembangunan pemerintah, tetapi memperlihatkan pencapaian Aceh setelah kesepakatan perdamaian.

“Jangan cuma perdamaian namanya saja, tetapi pencapaiannya tidak ada. Dengan adanya perdamaian apa hasilnya? Dengan adanya perdamaian apa untungnya bagi rakyat?” tegasnya.

Baca Juga :  UPTD Statistik Beri Bimbing Literasi Keuangan Bagi MBKM Statistik MIPA USK

Ia menilai berbagai perubahan yang terjadi setelah konflik berakhir perlu dikemas menjadi bagian dari narasi capaian perdamaian, sehingga masyarakat dapat melihat secara nyata manfaat dari kondisi Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun tanpa konflik bersenjata.

Selain itu, Syech Muharram menekankan pentingnya edukasi sejarah perdamaian kepada generasi muda. Menurutnya, generasi yang lahir setelah perdamaian semakin banyak dan sebagian besar tidak mengalami langsung konflik maupun tsunami.

“Perdamaian sudah 21 tahun. Itu sudah melahirkan anak yang dewasa. Mereka tidak tahu apa itu damai, tsunami pun mereka tidak tahu. Karena itu perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Aceh,” katanya.

Syech Muharram berharap peringatan Hari Damai Aceh ke-21 akhirnya mampu menjadi momentum untuk merawat perdamaian, memperlihatkan manfaatnya bagi rakyat, serta mewariskan pemahaman sejarah kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRA Rumuskan Rencana Aksi Cepat Penanganan Pasca-Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Sementara itu, Asisten I Sekda Aceh Drs. Syakir meminta Ketua BRA melakukan silaturahmi dengan perbankan, BUMN dan berbagai lembaga di Aceh untuk mendukung pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh.

Menurutnya, komunikasi yang baik dengan lintas sektor tersebut dapat membantu meramaikan dan memeriahkan kegiatan Hari Damai Aceh, sehingga peringatan momen penting bagi masyarakat Aceh tersebut tidak kalah meriah dengan tahun tahun sebelumnya.

Sebelum itu, Ketua BRA Jamaluddin dalam rapat tersebut turut memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan meminta dukungan seluruh SKPA serta staf terkait khususnya untuk meramaikan agenda zikir dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pemerintah Aceh Raih Peringkat-2 Kategori Pemerintah Provinsi Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024

Daerah

KIP Aceh Singkil Tetapkan Calon Bupati Terpilih, Oyon Ajak Semua Pihak Bekerja Sama

Pemerintah

Haji Uma dan Perantau Aceh di Malaysia Galang Rp12,9 Juta untuk Pulangkan Warga Aceh Timur yang Sakit

Pemerintah

Kunjungan Kerja KPU RI ke KIP Banda Aceh: Supervisi LMS dan Persiapan Pemilu 2029

Pemerintah

Penugasan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Karnavian Besuk Wali Nanggroe Aceh di Penang

Parlementarial

DPRA Desak Hutama Karya Buka Tol untuk MTQ Aceh ke-37

Pemerintah

Kendala LPJ Kaur dan Kasi di Gampong Sukajadi Kebun Ireng Selesai, Pencairan ADD Tahap 2 Kembali Normal

Nasional

BNPB Catat Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Daerah, Aceh Masih Terdampak Terparah