Home / Politik

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:58 WIB

Bang Jack Libya: Hubungan Ketua DPRA dan Sekda Aceh Lumrah, Jangan Dipolitisasi

Redaksi

Bang Jack Libya saat memberikan pernyataan terkait dinamika hubungan Ketua DPRA Aceh Zulfadhli dan Sekda Aceh M. Nasir, Senin (2/2/2026).

Bang Jack Libya saat memberikan pernyataan terkait dinamika hubungan Ketua DPRA Aceh Zulfadhli dan Sekda Aceh M. Nasir, Senin (2/2/2026).

Banda Aceh — Tokoh muda Aceh, Bang Jack Libya, menilai dinamika hubungan antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli atau yang akrab disapa Abang Samalanga, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan.

Menurutnya, perbedaan pandangan atau komunikasi yang berkembang di ruang publik seharusnya dipahami sebagai bagian dari mekanisme tata kelola negara yang normal, bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan apalagi dipolitisasi secara berlebihan.

“Dalam pemerintahan, dinamika itu lumrah. Ini bagian dari checks and balances dalam sistem demokrasi. Jangan kemudian ditarik ke arah konflik atau dipelintir menjadi isu politik yang memecah belah,” ujar Bang Jack, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe Aceh Verifikasi Batas Wilayah Dengan Sumatra Utara

Sama-sama Dipercaya Gubernur Aceh

Bang Jack menegaskan, baik Ketua DPRA maupun Sekda Aceh merupakan dua figur strategis yang sama-sama mendapatkan kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem.

Ia menilai keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung jalannya pemerintahan Aceh saat ini.

“DPRA memiliki fungsi penting dalam mengawal agenda politik pemerintahan dan memastikan kebijakan berjalan sesuai aspirasi rakyat. Sementara Sekda berperan menjaga roda birokrasi agar tetap efektif dan pelayanan publik berjalan optimal,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN

Jangan Giring Opini yang Memecah Belah

Bang Jack juga mengingatkan seluruh pihak, baik elite politik maupun masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang menggiring opini negatif atau menciptakan kesan adanya perpecahan di internal pemerintahan Aceh.

Menurutnya, Aceh membutuhkan stabilitas dan kerja sama semua pihak, bukan polemik yang justru memperlemah konsolidasi pemerintahan.

“Yang perlu kita kedepankan adalah persatuan. Jangan ada pihak yang menggiring opini seolah-olah ada konflik besar. Itu hanya akan merugikan Aceh,” katanya.

Baca Juga :  Komisi III DPRA Desak PT ALIS Lengkapi Perizinan dan Kebun Plasma

Fokus pada Kepentingan Rakyat Aceh

Lebih lanjut, Bang Jack menekankan bahwa saat ini Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk musibah dan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung pemerintahan Mualem–Dek Fadh agar dapat bekerja maksimal untuk kepentingan rakyat.

“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Fokus utama saat ini adalah membantu masyarakat, mempercepat pemulihan, dan memastikan pemerintahan bekerja untuk rakyat Aceh,” tutup Bang Jack.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Tgk Agam Desak DPRA Bentuk Pansus, Bongkar Dugaan Pengkhianatan Negara dalam Pengalihan Empat Pulau Aceh ke Sumut

Nasional

Wali Nanggroe Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Masa Depan Aceh

Parlementarial

DPRA Bakal Panggil BKA Untuk Melihat Database Tenaga Non-PNS

Politik

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Ditunda Lagi!

Politik

Wali Kota Langsa Kritik Keputusan Kepala BPBD Mundur Sebelum Bantuan Tersalurkan

Politik

Haji Uma: Ketua DPR Aceh Tak Pantas Serang Wagub

Daerah

KIP Banda Aceh Undang Tiga Paslon Lain pada Penetapan Illiza-Afdhal, tak Satu pun Hadir

Parlementarial

Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN