Lahat – Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, digegerkan oleh aksi kriminalitas yang sangat keji. Siti Anawati (60), ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
Peristiwa ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam. Jasad korban ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi:
Mutilasi: Tubuh korban dipotong menjadi beberapa bagian.
Upaya Penghilangan Jejak: Pelaku sempat membakar sebagian tubuh korban sebelum memasukkannya ke dalam tiga karung plastik.
Penangkapan: Pelaku diringkus tanpa perlawanan di rumah kontrakannya yang berlokasi tidak jauh dari kediaman korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, motif di balik aksi sadis ini bukan disebabkan oleh dendam lama, melainkan ketergantungan akut terhadap judi online jenis slot.
Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya karena tekanan ekonomi dan kekalahan beruntun. Setelah membunuh korban, pelaku menggasak perhiasan emas seberat 13 gram senilai kurang lebih Rp24 juta. Uang hasil penjualan emas tersebut digunakan pelaku untuk modal bermain judi slot.
”Akal sehat pelaku runtuh akibat candu judi online. Ini menjadi perhatian serius kami, bukan hanya dari sisi kriminalitas, tapi juga dampak sosial dari praktik judi online yang meresahkan,” tulis keterangan terkait kasus tersebut.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, melalui Kasubsi Penmas Polres Lahat, Aiptu Lispono, mengonfirmasi bahwa saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
”Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” ungkap Aiptu Lispono pada Rabu (8/4/2026).
Saat ini, jenazah Siti Anawati telah dievakuasi ke RSUD Lahat untuk keperluan autopsi. Pihak Satreskrim Polres Lahat masih terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
Polres Lahat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.
Editor: Redaksi









