Banda Aceh – Mewakili Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Anggota Komisi III DPRK Banda Aceh, Aulia Rahman, S.T., M.Ars., menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kota Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Aceh, Selasa (19/05/2026).
Muscab yang mempertemukan para pelaku usaha transportasi, pengemudi, dan pemangku kepentingan sektor perhubungan ini digelar untuk memilih kepengurusan baru sekaligus merumuskan strategi penataan transportasi publik di Kota Banda Aceh agar semakin modern, terintegrasi, dan inklusif.
Mendorong Revitalisasi Transportasi Publik Modern
Sebagai legislator yang membidangi sektor pembangunan, perhubungan, dan infrastruktur di Komisi III, Aulia Rahman menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Muscab ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Organda merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian lewat sektor transportasi.
“Transportasi darat adalah urat nadi perekonomian sebuah kota. Mewakili pimpinan DPRK, kami berharap momentum Muscab ini melahirkan pengurus yang inovatif dan siap berkolaborasi. Kita perlu menyelaraskan gerak untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga Banda Aceh,” ujar Aulia Rahman.
Alumnus arsitektur ini juga menyoroti pentingnya tata ruang transportasi yang ramah lingkungan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, terutama dalam sistem pemesanan dan manajemen armada.
Menjawab Tantangan Sektor Angkutan Darat
Dalam forum diskusi yang berlangsung selama musyawarah, Aulia Rahman mencatat sejumlah aspirasi dan tantangan nyata yang dihadapi para pelaku angkutan darat di Ibukota Provinsi Aceh. Beberapa isu krusial yang dibahas meliputi:
Persaingan Angkutan Konvensional dan Online: Perlunya regulasi yang berkeadilan agar angkutan umum konvensional (seperti labi-labi) tetap eksis dan mampu bersinergi atau bertransformasi di tengah gempuran transportasi berbasis aplikasi.
Akses dan Fasilitas Terminal: Optimalisasi sarana prasarana terminal penunjang dan halte agar memberikan kenyamanan optimal baik bagi awak angkutan maupun penumpang.
Kepastian Hukum dan Kesejahteraan: Perlindungan jaminan sosial bagi para sopir dan pekerja angkutan darat melalui penguatan kemitraan dengan instansi terkait seperti Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan.
Aulia menegaskan, Komisi III DPRK Banda Aceh siap mengawal dan menjembatani aspirasi ini dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan agar melahirkan kebijakan yang pro-rakyat dan berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keselamatan Jalan
Kehadiran PT Jasa Raharja Kanwil Aceh sebagai tuan rumah juga mempertegas pentingnya aspek keselamatan dalam tata kelola transportasi darat. Organda diharapkan terus melakukan edukasi tertib lalu lintas kepada para anggotanya demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Di akhir acara, Aulia Rahman menyampaikan selamat bertanding dan bermusyawarah kepada seluruh kandidat. DPRK Banda Aceh berharap kepengurusan DPC Organda Kota Banda Aceh yang terpilih nantinya dapat langsung tancap gas menyusun program kerja nyata yang memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat luas.
Editor: Redaksi









