Home / Peristiwa

Minggu, 6 September 2026 - 11:59 WIB

Warga Aceh Timur Ditemukan Meninggal Usai Diterkam Buaya di Sungai Peureulak

REDAKSI

Muhammad Dani (26) warga Kebun Tempeun, Aceh Timur, ditemukan meninggal Sabtu (5/9/2026) usai diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Peureulak, Jumat (4/9/2026).

Muhammad Dani (26) warga Kebun Tempeun, Aceh Timur, ditemukan meninggal Sabtu (5/9/2026) usai diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Peureulak, Jumat (4/9/2026).

IDI – Muhammad Dani (26), warga Kebun Tempeun, Gampong Tempeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, yang hilang diterkam buaya saat berenang menyeberangi Sungai Peureulak di kawasan Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang menyeberangkan sejumlah ekor kerbau dengan cara berenang melintasi sungai. Dani berenang mengikuti kerbau dari arah belakang.

Baca Juga :  Dua Wanita Lanjut Usia Ditembak Jambret di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Korban Mengalami Luka dan Rugi Jutaan Rupiah

“Namun, saat berada di tengah sungai, Dani tiba-tiba diserang seekor buaya di hadapan rekan-rekannya yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Korban sempat terlihat diterkam, lalu tidak muncul lagi ke permukaan air,” ujar Ardi, warga setempat.

Koordinator Tim SAR Aceh Timur, Herman, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan 10 personel gabungan dari SAR Aceh Timur dan Basarnas Langsa, dibantu unsur TNI, Polri Kecamatan Peunaron, serta warga setempat. Proses pencarian menghadapi kendala karena arus sungai yang deras serta status lokasi yang merupakan habitat buaya, sehingga tim tidak dapat menggunakan metode penyelaman.

Baca Juga :  Bocah 10 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Batee Puteh, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Hingga Malam

“Kami tidak berani untuk menyelam karena sungai tersebut memang habitat buaya,” kata Herman. Jenazah korban akhirnya muncul ke permukaan di tepi sungai, tak jauh dari lokasi sampan yang terbalik diterkam buaya.

Keuchik Gampong Peunaron Baru, Safrizal, membenarkan penemuan tersebut dan mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh sebelum langsung dievakuasi oleh petugas. Jenazah almarhum telah dibawa ke rumah duka untuk dimandikan, dishalatkan, dan dijadwalkan dimakamkan pada Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga :  Aceh Kembali Gelap Gulita, Listrik PLN Alami Blackout Total Senin Malam

Insiden ini menambah panjang daftar kasus serangan buaya di aliran Sungai Peureulak. Sebelumnya, seorang warga Peunaron Baru juga meninggal dunia akibat serangan buaya setelah sampan yang ditumpanginya karam di sungai tersebut.

Maraknya rentetan kejadian ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang memberikan perhatian serius terhadap keselamatan warga yang beraktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peureulak. Safrizal turut mengimbau warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya tersebut.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan di Hutan Bantimurung Maros

Peristiwa

Puluhan Ternak Unggas di Gampong Tamping Mati Mendadak, Warga Resah Jelang Kenduri Maulid

Peristiwa

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Sulsel, Operasi Pencarian Dikerahkan

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Lima Ruang SDN 5 Kuta Makmur, Kerugian Capai Rp650 Juta

Peristiwa

Truk Pengangkut Dexlite Terbalik di Jalan Meulaboh-Tutut Akibat Jalan Berlubang

Peristiwa

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Bener Meriah Selasa Pagi

Daerah

Aspal Jembatan Kembar Peureulak Terancam Ambruk, Warga Khawatir Keselamatan Pengguna Jalan

Parlementarial

Ketua Komisi VI DPRA Desak Investigasi Tuntas Ledakan KMP Aceh Hebat 2